No where, Now Here for Hangout

large

Good day dear people.

Setelah merayakan tahun baru di Bali, sudah saatnya kami kembali ke real life. I mean, J’s real life.

Saat ini saya masih jadi pendamping sekaligus dokter pribadi J saat ia harus bertugas ke luar kota. Yah.. biar mirip Ibu Ainun Habibie gitu ceritanya.

Setelah perjalanan udara selama 1 jam, akhirnya saya menjejakkan kaki mungil ini untuk pertama kalinya di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kupang.

Di luar dugaan saya, ternyata Kupang sudah memiliki pusat hiburan, pusat perbelanjaan dan pusat hidangan layaknya kota-kota besar metropolitan. Ada Cinemaxx, Pizza Hut, Matahari, Lipo mall dan masih banyak lagi. *gini dah tumben ke Kupang*

Saat senggang, kami coba mengunjungi bioskop di sini. Tadinya J mau nonton “Cek Toko Sebelah” nya Ernest Prakasa, tetapi karena dia tahu saya pingin banget nonton Bang Raditya Dika, jadilah J memesan dua tiket nonton “Hangout”. Aye! *Ini sonde ada pemaksaan lho ya 😂*.

Oke, saya ini sebenernya tipe yang kalau mau nonton mesti tau trailernya dulu. But, because of limited time, saya ngga sempat browsing. Dalam pikiran saya, pasti filmnya komedi-komedi romantis ala-ala Raditya Dika.

Memasuki awal cerita, filmnya berisi adegan preman dan Bang Radit sok jadi pahlawan gitu. Eh..ternyata ini adalah film dalam film. Lanjut. Di sini Bang Radit berperan sebagai dirinya sendiri, seorang sutradara film yang kayanya lagi pailit. Kesulitan dana untuk filmnya, sampai-sampai nunggak bayar kontrakan. *Hadeuh*

Di tengah suasana krisis yang lagi melandanya, tiba-tiba ada undangan dari seseorang yang misterius yang udah DP 50 juta buat janji ketemu sama Bang Radit. Layaknya embun segar di gurun pasir, Bang Radit sempat ragu itu seriusan atau hanya fatamorgana? Akhirnya, dia pun memenuhi undangan tersebut.

Undangannya adalah janji untuk bertemu di sebuah pulau menaiki kapal yang sudah disiapkan oleh si Tuan Misterius ini. Ternyata yang diundang ngga cuma Radit aja. Ada beberapa populer person yang juga diundang yaitu Matias Mucus (senior actor), Surya Saputra, Gading Marteen, Titi Kamal, Prilly Latuconsina, Dinda Kanya Dewi, Soleh Solihun dan Bayu Skak (youtuber).

Ceritanya mereka semua mendapat undangan yang sama dari Tuan misterius, Tonny P. Sacallau untuk datang ke sebuah rumah tua di tengah hutan di suatu pulau terpencil. Ngga jelas siapa itu Mr. Tonny dan untuk apa mereka diundang. Hampir semua berpikir bahwa ia adalah produser yang mau buat film untuk mereka.

Suasana film jadi agak horor ketika satu persatu dari mereka terbunuh dengan cara yang misterius. Iya, kaya di film-film thriller gitu. Mulai dari Matias Mucus yang mati keracunan. Lalu timbul kepanikan dan perpecahan di antara mereka. Next, Prilly yang entah bagaimana kronologisnya jatuh ke jurang, Titi Kamal yang ketusuk tombak jebakan, begitu juga Dinda Kanya Dewi.

Timbulah kecurigaan diantara mereka bahwa satu diantara yang tersisa adalah pembunuhnya. Kecurigaan membawa pada semakin lebarnya jurang perpecahan, hingga akhirnya hanya tinggal Radit dan Soleh yang masih hidup. Di tengah pertengkaran mereka, akhirnya ketahuan siapa si pembunuh asli.

Saya ngga pernah nyangka Bang Radit buat film yang kaya gini. Sumpah! Bagi saya yang bukan penikmat film thriller, film ini cukup membuat saya terkejut tapi level serem dan killernya masih di bawah film-film assasin atau film-film psikopat. So, penikmat thriller atau yang punya sedikit jiwa psikopat:  film ini adalah film komedi berbumbu thriller bukan sebaliknya. So, don’t expect you wil see wajah-wajah yang ketakutan atau menderita kesakitan parah. Namun, karena ada adegan tusuk-tusukan, main senjata tajam dan berdarah-darah, memang sebaiknya yang boleh menonton ini adalah usia 13 tahun ke atas.

Biarpun bisa dibilang agak ngeri, tetapi film ini memang ga lepas dari khasnya Raditya Dika: komedi. Pengemasan komedi di sini dengan menampilkan sifat dan sikap para pemainnya. Dinda yang tampil agak urakan  -ngga cewek banget pokoknya-, Surya Saputra yang tampil metroseksual dan agak aneh serta percakapan-percakapan di antara pemain. Di sini, saya suka banget sama aktingnya Prilly. Keren! You will know when you see😊

Yang menarik dari film ini, kita dibuat jadi penasaran dan bertanya-tanya siapa sih pembunuh keji yang tega membunuh para artis ini satu per satu?

Oya, jaman sekarang kayanya bakalan diprotes kalau film ngga ada pesan moralnya.

The message behind this movie is “never let your friend being alone and face his/her problems by his/herself”.

This movie tell about friendship and the empathy among our friends.

I recomend you to watch this movie!

With love ❤

Advertisements

One thought on “No where, Now Here for Hangout

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s