Starting the New Year

Dear good people, merry christmast and happy new year!

So, how was your new year eve?

Saya dan J merayakan malam tahun baru di rumah orang tua saya, di Desa Tembuku. Desa? Yup. Kami merayakan tahun baru jauh dari hingar bingar kembang api dan petasan. Terima kasih untuk J yang bersedia menemani saya di rumah orang tua saya dan merayakan tahun baru bersama keluarga saya. πŸ™‚

Keesokan paginya, kami pergi melihat air terjun Tukad Cepung yang ada di Desa Penida, Tembuku.

Air terjun ini sebenarnya sudah ada dari lama hanya saja baru-baru dipromosikan. Jadi inilah kali pertama saya main-main ke sana. *Katanya, belum sah jadi local girl kalau belum berkunjung ke tempat wisata deket rumah sendiri. πŸ˜‚

Untuk mencapai air terjun ini, kami harus berjalan kaki ke bawah dari tempat parkir kendaraan. Oya, sebelum turun ke bawah, ada pos registrasi pengunjung. Di sini tidak (mungkin belum) memakai tiket, jadi sistemnya “dana punia” suka rela mau menyumbang berapa.

Perjalanan kami ke bawah membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Kanan kiri banyak pohon, ya seperti perjalanan turun jurang tetapi aksesnya sudah lumayan bagus.

Begitu sampai di bawah, ternyata air terjun ngga terpampang begitu aja. Kita mesti jalan menyusuri tebing batu. 

Air terjun ada di balik tebing batu
Berfoto ala remaja-remaja kekinian era 2k

Setelah menyusuri tebing batu yang sempit *yang sempat terpikir ngga bisa lewat*, akhirnya kami seperti masuk ke dalam ballroom yang begitu luas dan voilla! Kami takjub melihat cucuran air yang jatuh lepas dan deras dari atas tebing yang tingginya kira-kira 6-8 m. *tidak tahu pasti*.

Untung difoto dari belakang. Foto dari depan aslinya melongo.

Waktu kami datang, sebenarnya ada banyak pengunjung. Ada turis pula. But well, masing-masing dari kami sadar diri kalau ada yang mau ambil foto, ngantri satu-satu biar ngga ada penampakan orang lain.

Airnya fresh banget. Tetapi sayang kami ngga mandi. Hoho. Et causa ga bawa baju ganti n malu aja gitu soalnya tempatnya lumayan sakral. Biasanya orang-orang kesini untuk ‘melukat’. Membasahi diri dengan airnya, bertujuan untuk membersihkan diri secara spiritual dan memakai pakaian adat ringan.

Waktu kami sedang asyik berfoto-foto ria tiba-tiba ada ikan lele yang cukup besar berenang mendekat. *scary*. Sontak, saya segera loncat naik ke batu sekitar, takut dipatil oleh lele yang besarnya selengan saya. Cuma ada satu ikan itu yang kami lihat. Dalam hati saya berpikir, mungkin ini penunggunya air terjun di sini. Mungkin, ini adalah pertanda kebaikan. Astungkara, amin. :))

Setelah puas mengambil beberapa foto dan mengecipakkan kaki kami di air nan jernih dan segar, kami memutuskan untuk naik ke atas dan segera pulang ke rumah.

Yup yup. That’s all phals. Laporan singkat awal tahun baru kami.

May this year will bring more luck, love, health, wealth, abundance and happiness for all of us.

Thanks for reading. 😊 

with love ❀

Photo contributor, Partner in crime, hand holder, walking compass, friend of life, husband also 😁
I was so tiny in front of my almighty God’s

A flower that put in my hair- Lucky. By Jason Mraz ft. Colbie C
Sometimes lover, mostly best friend
Advertisements

4 thoughts on “Starting the New Year

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s