I am Leaving on a Jet Plane

https://youtu.be/bbt2G71uT1M

Silahkan play lagu di atas sambil membaca. (Biar feelingnya dapet). Tidak disarankan bagi yang kuotanya sudah sekarat, hemat kuota atau sedang ga pakai kuota internet (kan ga bisa play kalau ga connect wkwkw). Eh kok ngelawak sih. Lanjut ya..


All my bags are packed
I’m ready to go
I’m standin’ here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye
But the dawn is breakin’
It’s early morn
The taxi’s waitin’
He’s blowin’ his horn
Already I’m so lonesome
I could die

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat kita telah sampai di tahun 2019. Sejauh mana gerbong 2019 akan membawa kita? Akan tiba di stasiun apa? Apakah kita akan berhenti di persinggahan untuk sejenak minum kopi lalu melanjutkan perjalanan? That’s the mystery of life. But, isn’t it that makes the beauty of life ? ☺️

Sudah hampir 28 tahun ikut bersama bumi mengelilingi matahari. Rasanya ada banyak yang telah saya lewati, yah meskipun masih belum sebanding dengan mereka yang telah berputar sampai puluhan kali. Beberapa cerita di putaran-putaran itu saya bagikan di sini, kapsul waktu terindah, my blog: drecca. Sadly to say, but I want to take my leaf from this blog.

Now the time has come to leave you
One more time, oh, let me kiss you
And close your eyes and I’ll be on my way
Dream about the days to come
When I won’t have to leave alone
About the times that I won’t have to say …

Why? I also want to ask the same question to myself when I decided to delete my Twitter account. And I just want to accept it as my natural cycle.
There’s so many times I’ve let you down
So many times I’ve played around
I tell you now, they don’t mean a thing
Ev’ry place I go, I’ll think of you
Ev’ry song I sing, I’ll sing for you
When I come back, I’ll bring your wedding ring

Oh, kiss me and smile for me
Tell me that you’ll wait for me
Hold me like you’ll never let me go

Apakah suatu nanti akan kembali? I don’t know, cause I am leaving on a jet plane. 😊 Maybe we’ll meet in another blog? Another life? Another story?

‘Cause I’m leaving on a jet plane
I don’t know when I’ll be back again
Oh, babe, I have to go

Thank you so much, so much love from me.πŸ’–

cahyanidwy

Advertisements

I am an INFJ!

Hello Good People

Setelah finish dari sekuel novelatina prego-birth story, saya kembali sibuk dengan kegiatan sehari-hari: mompa, nenen, jaga, makan, sleep and repeat.

Belakangan ini ada hal yang sangat menarik perhatian saya. Tes MBTI. Berawal dari salah satu instastory seorang teman yang mengungkap (cieh) tipe kepribadiannya berdasarkan tes tersebut. Saya juga ingin tahu, saya masuk kepribadian yang gimana sih menurut MBTI? Wkwkwk. Kayanya saya memang doyan banget ngambil tes kepribadian kaya dulu waktu film divergent ada tesnya saya ikutan juga. πŸ˜‚

Tes MBTI (Myers and Briggs Type Indicator) adalah semacam tes psikologi menggunakan kuesioner yang isinya pertanyaan atau pernyataan tentang bagaimana kita berpikir dan mempersepsikan lingkungan. Tes ini dikemukakan oleh Katharine Cook Briggs dan anak perempuannya, Isabel Briggs Myers berdasarkan teori psikologi dari Carl Jung. (Wikipedia, 2018).

Ada yang bilang tes ini cuma omong kosong, meaningless karena kurang valid, kurang reliable, dan kurang komprehensif. But, I found it was fun (and relieving) to know something that relate to my self and as long as we don’t take it seriously, I think it was fine. (But, I took it seriously hohoho).

Saya coba testnya di https://www.16personalities.com/personality-types dan hasilnya… (Drum Sound efect) saya berkepribadian INFJ. Kepribadian ini konon katanya kepribadian yang langka. (Tiba-tiba berasa jadi Badak bercula satu).

INFJ stand for Introvert, iNtuitive, Feeling, Judging. Setelah membaca-baca artikel-artikel tentang kepribadian INFJ, ada banyak hal yang menurut saya sesuai dengan diri saya. Wah, ternyata ada juga yang mengerti diri saya (selain ortu, Husbae, dan temen2 baik).

Miris kan πŸ˜‚

https://m.youtube.com/watch?v=kKUmCQJbJAg

Apakah ini hanya efek Barnum?

Apakah anda tertarik ambil testnya?

Tell me if you are an INFJ too.

Best wishes

Only Human

Banyak orang berpikir bahwa seorang dokter tentu sudah belajar bagaimana mencegah dirinya agar terhindar dari penyakit. Terkadang, meskipun kami tahu cara mencegahnya ada hal-hal yang membuat kami juga tak mampu mengelak dari penyakit. Pada dasarnya kami juga sama, manusia biasa.

Setelah proses persalinan, saya sebenarnya sudah diperbolehkan pulang. Namun, saya masih sering datang ke RS karena si baby masih harus nginep beberapa hari di sana.

Jangan bertanya. Hati ibu mana yang rela terpisah dari anaknya. Saya bahkan sering kali menyalahkan diri sendiri dengan semua what if.. andai ini,

Continue reading “Only Human”

Smile Because It’s Happen

Dear Good People, senang sekali ya bisa kembali lagi ke sini setelah sekian purnama terlewati. Bahkan, saat mau log in kesini saya lupa password akun WP πŸ˜₯. Hampir saja buat blog baru.

Saat ini saya sudah kembali ke kampung halaman saya, Bali. Kira-kira sudah 7 bulan yang lalu saya meninggalkan tanah Maumere Manise. Alasannya?

Continue reading “Smile Because It’s Happen”

A piece of Betel leaf

Good day good people

Ah.. beginilah kalau lama jari jemari ini tak pernah menyentuh keyboard: beku.. Bahkan untuk membuat satu paragraf saja rasanya seperti memeras lemon dengan jari kaki. Jangankan ngetik bahasa Inggris kaya dulu..buat paragraf dalam bahasa Indonesia saja sudah mirip jalannya bajaj kehabisan solar. Hiks..

Lebih tepatnya, bukan jari yang beku. Bukan. Ini bukan osteoartritis atau frozen finger. But, my brain especially my language part of my brain: oh My precious Wernicke and Brocca… Hypotrofi? Oh No no no!. T.T (nangis guling-guling). I have to warm up again and start to learn writing, because I feel like losing my self when I lose my ability to write and also my english world. (BIG NO)

I few days ago, father asked me to translate a student’s school task “write your story in English”. A student came to our internet cafe, she wrote her story in Indonesian language and brought it to our warnet. Yah, I was the person in charge in our internet cafe as the Indonesian-English translater so dad gave those person’s task to me. I wondered, why student now don’t use dictionary and do their homework by themselve instead of bring it to translater? Okay.. it may become the source of our income but, how will be the future of Indonesian generation if they always choose instant problem solution?