About Yumi’s cell

Good day good people

Recently, I was lost again from social media. My mind was occupied by something. What’s that? That is Yumi’s cell.

Who is Yumi? Yumi is a webtoon character that was made by Donggun Lee. Yumi’s cell is a webtoon story about life of a girl and how her brain cells being responsible for every Yumi’s response to other. If you had watched movie Inside Out, you will see they were similar. Of course with some difference. But, now I am not going to debate about what the differences between them.

I found it was very interesting to apply the scheme of Yumi’s cell into my life. So, in Yumi’s brain there are many type of cells. Of course we can’t use it as reference about how our brain works because in reality our brain is more complex. I thought that the author simplify it by using the word ‘cell’ instead of neuron and hormone.

So, in Yumi’s brain there are emotional cell, rational cell, love cell, hunger cell even she has special cell like rampage cell, writer cell, naughty cell and etc. Every cell responsible for any kind of situation. The more she use the cell, the stronger it would be.

The thing that I like from this story is that how Donggun Lee describe human’s response trough cell reaction. Life crisis that Yumi find here mostly about relationships toward others. So, we can learn the basic rule of life ‘if you want to keep a relationship, you have to communicate it clearly’.

Ah, I recommend you to read it too and maybe you will also realize one of your cell that now take over the control of your brain.

With love,

Cahyani’s cell. ♥️

Lingkungan Cantik tanpa Plastik

Dear good people, Om Swastyastu

Belakangan ini, saya merasa agak kesusahan mencari tas kresek di rumah. Biasanya, kantong-kantong plastik bekas biasa saya temukan di kotak kardus khusus yang dibuat oleh Ibu Mertua. Namun, kotak kardus yang sebelumnya tempat berjejalnya kantong plastik, kini hanya terisi beberapa tas reusable.

Sejak diberlakukannya Perwali Kota Denpasar No. 36 Tahun 2018 tentang larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai, hampir semua toko hingga supermarket tidak lagi menyediakan kantong plastik. Kecuali toko plastik, hehe, bisa bangkrut kalau ga sedia kantong plastik. Dulu pernah ada kebijakan kantong plastik berbayar seharga 200 rupiah. Akan tetapi sepertinya ngga mempan. Harga 200 rupiah rupanya terlalu murah untuk membayar kesediaan kita menyelamatkan bumi.

Alih-alih  tidak sedia  kantong plastik, toko-toko menyediakan tas belanja reusable yang dapat dibeli dengan harga sekitaran 5000 rupiah. Lumayan, peduli lingkungan sekaligus menaikkan omzet dengan penjualan tas reusable. Selain karena memang kuat dan bisa dipakai berkali-kali, harganya yang cukup buat beli satu pentol bakso ini akhirnya membuat kita mikir-mikir kan untuk membuang si tas reusable multiguna ini.

Peningkatan jumlah sampah plastik dari waktu ke waktu memang jadi permasalahan yang ngga habis-habis. Gimana mau habis coba? Plastik sendiri baru bisa terdegradasi setelah 400 tahun. Jadi, botol plastik air minum kemasan yang kita buang hari ini akan ditemukan oleh cucu buyut generasi ke-4 atau 5. Duh, jangan sampai cucu-cucu menyalahkan kita sebagai nenek moyangnya yang mewariskan sampah plastik untuk mereka. Memang, ada beberapa kantong plastik yang katanya bisa dengan mudah terdegradasi (biodegradable) tetapi, terdegradasi pun masih tetap menyisakan residu berupa bubuk plastik.

Pencemaran lingkungan akibat sampah plastik sudah sampai ke tahap yang mengkhawatirkan. Mulai dari pencemaran air tanah, laut hingga komponen ekosistemnya. Pernah denger kan penemuan sampah plastik dalam perut seekor paus? Atau sedotan dalam hidung penyu? Ah, entah apa lagi yang terjadi tanpa sempat kita ketahui.

What Should we Do?

Reduce, reuse, recycle. Ini adalah cara yang paling mudah yang bisa kita lakukan sebagai upaya mengurangi sampah plastik. Mulai dengan mengurangi penggunaan atau menggantinya dengan produk yang lebih ramah lingkungan. Seperti tas reusable, sedotan bambu/stainless, serta membawa alat makan sendiri/botol minuman sendiri.

LOVE IS (STILL) IN THE AIR



Dear Good people, Om Swastyastu



Sudah dua hari berlalu dari Hari Valentine, apakah feed media sosial anda masih dipenuhi coklat dan bunga?



Oya, bagaimana hari Valentine anda kemarin? Tunggu, apakah anda merayakannya? Saya sendiri termasuk ke orang-orang yang ikut berbahagia dengan gegap gempita Hari Valentine. Ya, meskipun tanpa coklat, bunga dan kado. Hanya dengan kiriman ucapan kasih sayang dari suami, sudah sangat membuat hati berbunga-bunga dan tersenyum manis yang tidak kalah dari manisnya coklat Belgia! Lebay? Ah iya ga apa. Toh, lebay belum dilarang hehe.



Kalau dipikir-pikir, lucu juga rasanya. Usia sudah menua plus sudah ada anak, apa masih pantas untuk ikut ber-romantis ria selayaknya remaja SMA? But, that’s the magnitude (?) of love. Love is blind and so on. Terlepas dari semua pepatah-pepatah dan peribahasa cinta, cinta memang selayaknya dirawat dan dipelihara. Ya kan Masku?



Di dunia ini tentu kita memiliki banyak orang yang kita cintai, mulai dari orang tua, saudara, anak, pasangan, sahabat. Semua memiliki tempatnya sendiri dalam hati. Dari sekian orang yang menempati hati, rupanya ada seseorang yang sering terabaikan. Siapa kah dia? Mantan? Eits, bukan! Mantan cukup dicintai oleh dan mencintai pasangannya ya, mari berdamai dan tidak  mengganggu kehidupan masing-masing. Hehe. Orang itu adalah diri kita sendiri.



Saya mungkin satu dari sekian orang yang kadang lupa menunjukkan cinta pada diri sendiri. Baru tersadar kembali setelah lihat postingan instagramnya Mbak Hanny K @beradadisini dan mbak @kittymanu. Apalagi setelah memiliki anak, tak jarang ada waktu-waktu dimana saya perlu memperbaharui jiwa- saya kompromikan. Memang sih, saat ditunda-tunda belum kerasa. Baru setelah penatnya numpuk, jadilah bagai guntur halilintar menyambar-nyambar. Hahaha. Bercanda. Yang jelas, Valentine kemarin saya kembali diingatkan untuk lebih mencintai diri ini kembali. Memberikan ia waktu, memperhatikannya dan mencintainya lagi.



Happy Valentine, everyone. I hope that everyday will always like a Valentine day.



Love love love

Choose Wisely What to Give Fxxx

Dear Good People,

Pernah tidak anda berpikir untuk sesekali bersikap masa bodoh? Atau Anda tipe orang yang sangat peduli terhadap segala sesuatu hal sehingga lebih sering bersikap masa pintar? Eh.

Oke, maafkan lelucon yang lebih garing dari keripik seledri itu ya. Hari ini saya mau memberikan review terhadap satu buku pemberian dari sahabat baik saya, Mrs. Cucum. Inisiatifnya berawal dari curcol-curcol ceria kami tentang kehidupan sehari-hari sebagai emak zaman kekinian yang dipenuhi oleh tantangan menghadapi kejulidan dan kenyinyiran dalam kehidupan kami.

Maklum, zaman di mana informasi bisa didapat dengan mudah sehingga banyak yang jadi ahli-ahli dadakan dengan berbekalkan ilmu yang diperoleh dari sharing-sharing pengalaman orang-orang di facebook dan instagram. Belum lagi mudahnya update terbaru kabar si ini, kabar si itu sehingga perang untuk dibandingkan satu sama lain jadi semakin berkobar. Ah! Life is always has negative side, but I choose to see the positive ones.

Sebagai bentuk support satu sama lain, demi mengokohkan tameng kedamaian batin, Cucum menghadiahkan salah satu buku favoritnya.

Foto: screenshot ebook.

Awal saya memperoleh buku tersebut, saya sempat ragu. Baca ngga ya? Dilihat dari judulnya kok rada gemana geto. Tadinya saya berpikir, bila membaca buku ini saya akan berubah dari yang sebelumnya kalem (kaya lembu, dicocok hidungnya pun diem aja) jadi pribadi yang rebel, bertato, rambut punk dicat pink..ehhhh. Ternyata, salah besar gengs.

Kembali lagi, benar kata pepatah “Don’t judge a book by it’s cover”. Justru setelah membaca buku ini saya yang sebelumnya kalem, berubah jadi lempi. Apaan tuh? Lembu yang happy. Buku ini menyediakan pemikiran dan pemahaman hidup dengan cara yang kadang, berkebalikan dengan apa yang kita jumpai sehari-hari. But the end, the result is the same: peace of mind.

Jadi, hidup ini ya memang serangkaian masalah. Kalau ngga ada masalah mungkin kita ngga hidup namanya. Namun, kita bisa memilih hal-hal mana saja yang should be give fxxk of. Sebetulnya, masih belum bisa dibilang review karena saya belum selesai baca. Masih on going reading dan tidak memenuhi standar penulisan resensi kan hahaha. Tertarik untuk ikut membaca?

(Currently) INFJ

Hello Good People

Ternyata, bukan hanya lari keliling lapangan 7 kali saja yang membuat saya kelelahan. Berinteraksi sosial selama beberapa hari berturut-turut juga sama melelahkannya. Terkadang, bila sudah dalam state tersebut, saya akan merasa nyaman hanya dengan tenggelam dalam kesendirian.

Belakangan ini saya mencoba melakukan test psikologi terhadap diri sendiri menggunakan MBTI.

Tes MBTI (Myers and Briggs Type Indicator) adalah semacam tes psikologi menggunakan kuesioner yang isinya pertanyaan atau pernyataan tentang bagaimana kita berpikir dan mempersepsikan diri kita serta hubungannya dengan orang-orang di sekitar kita. Tes ini dikemukakan oleh Katharine Cook Briggs dan anak perempuannya, Isabel Briggs Myers berdasarkan teori psikologi dari Carl Jung. (Wikipedia, 2018).

Saya kemudian mencoba test tersebut di sebuah link; https://www.16personalities.com/personality-types.

Hasil dari menjawab pertanyaan yang berlangsung sekitar 15 menit itu adalah saya termasuk ke dalam kelompok berkepribadian INFJ-T.

Sekilas tentang INFJ

Seorang INFJ dikatakan memiliki idealisme dan nilai moralitas yang kongenital. Mereka sering ditemukan di event-event yang bersifat charity dan kemanusiaan.* Kalau dulu sih iya, sekarang udah jarang T.T*

INFJ meskipun sebenarnya introvert, tapi lebih sering nampak sebagai ekstrovert karena mereka dapat dengan mudah membangun hubungan dengan orang lain. Namun, adakalanya INFJ menarik diri untuk de-stress dan men-charge diri serta tidak terlalu diwanti-wanti saat mereka memisahkan diri.

Ketika INFJ menghadapi konflik dan kritik yang tidak bisa dihindari, sifatnya yang terlalu sensitif membuat INFJ akan menanggapi hal tersebut sebagai serangan personal dan bereaksi dengan sikap yang irasional dan cara yang sama sekali tidak membantu. *Hm*

Beberapa kelebihan INFJ adalah mereka kreatif, decisive, determined, altruistic, insightful, inspiring. *Dulu mungkin iya ya sampai-sampai teman menjuluki ibu peri, tetapi sekarang sepertinya saya sudah tidak ‘sebaik’ dulu. Apalagi ketika orang-orang mulai berpikir demikian. Pernah tidak? merasa, ketika sudah tidak ada yang percaya kamu baik maka kamu pun ikut percaya, dan sekalian saja jadi jahat sekalian. Waduh!*

Sementara kekurangan dari sosok INFJ diantaranya, sensitif, sangat rahasia, perfeksionis, selalu perlu kausa/alasan/target atas sesuatu (yang bisa membuat mereka termotivasi), dan sangat mudah stress, terutama ketika tidak ada keseimbangan antara harapan dan kenyataan. *Jlebjlebjleb*

Ada yang bilang tes ini cuma omong kosong, meaningless karena kurang valid, kurang reliable, dan kurang komprehensif. Kepribadian seseorang dipengaruhi oleh banyak hal dan untuk menggambarkan kepribadian seseorang tidak cukup dengan beberapa pertanyaan.