Posted in LA LA LA THINGS, mindfulness journey, Self Reflection, To think

“There are two great days in a person’s life, the day when we were born and the day we discover why” William Barclay

Om swastyastu

Good day good people

Januari 2021. Tadinya berpikir mungkin setelah kedatangan vaksin covid, dunia akan sedikit lebih tentram. Namun, belum habis Januari sudah ada berita pesawat jatuh, gempa bumi, tanah longsor dan banjir bandang bahkan ada juga gunung yang naik status siaga.

Dulu kita memperkirakan lamanya seseorang bersama kita kurang lebih sepanjang usia harapan hidupnya. Namun, makin ke sini kita tidak bisa memprediksi apakah kita bisa bersama orang tersebut hingga ia tua atau hingga kita beruban? Tidak ada yang tahu. Selain karena penyakit, bencana tak terduga karena pemanasan global juga menjadi salah satu penyebab kematian. Apakah ini tanda-tanda bahwa kita harus mengerem keserakahan kita sebagai umat manusia? Apakah ini tanda bahwa kita mesti menguatkan doa-doa untuk dipanjatkan?

Hari ini, satu benang telomere saya berkurang. Jam waktu telomere masih terus memutus setitik demi setitik. Sementara yang terlihat: usia bertambah, keriput mulai tampak, benih-benih uban mungkin mulai menunggu giliran untuk timbul di atas. Entah kenapa perayaan ulang tahun jadi seperti selamatan untuk usia yang telah hilang. Pada pikiran itu saya jadi berterima kasih pada orang-orang yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun untuk saya. Hahaha. 😅 Plakkk.

Namun terlepas dari semua bisikan sang iblis, saya juga berterima kasih kepada orang-orang yang mengucapkan selamat dengan tulus. Bukankah lebih baik ucapan selamat yang sedikit tetapi tulus daripada banyak tapi hanya ada di saat kita bersinar? Tentu yang banyak dan tulus juga bagus hehe. Namun, like almost all of capricorn: orang-orang yang kami anggap dekat di hati memang sedikit. 😂 Or maybe only me?

Semakin tua saya menyadari bahwa orang-orang yang benar-benar mencintaimu adalah orang-orang yang tetap berada di sampingmu ketika kamu jatuh dan terpuruk. Hingar bingar suka cita kini hanya tampak seperti kerlip lampu yang bisa meredup kapanpun. Rasanya seperti tidak sedih tapi juga tidak terlalu bahagia, bahkan seperti sudah tidak terlalu berharap apa-apa pada siapapun dan melepaskan semuanya.

Ketika saya melihat tanggal yang sama di tahun ini, pagi ini saya bersyukur kepada Tuhan. Masih diijinkan melihat tanggal ini lagi di tahun 2021. Hadiah terbesar saya dari Tuhan tahun ini adalah kesehatan orang-orang yang saya cintai dan kesehatan orang-orang yang mencintai saya. Terima kasih ya Tuhan.. that’s all i need and i want. 😭 *nangis terharu menitikkan air mata bahagia*

Tahun ini saya naik ke Kejati (kaum emak jenjang usia tiga puluh) 😂. Selamat ulang tahun ya diriku. Selamat atas berkurangnya sisa usia harapan hidup (serem ih, gila, tapi ini kenyataan. Usia harapan hidup manusia 75 tahun, sisa lagi 45 tahun kalau masih diijinkan. Semoga jadi pengingat bahwa waktu kita tak lama dan sudahkah menabung karma baik untuk bekal di alam baka?). Selamat atas 30 tahun perjuangan di bumi.. I believe that you can go through all of this. Semoga semakin kuat, tabah, sabar dan bertambah bijak. Semoga makin sadar dan menemukan diri yang Engkau cari. Jangan lupa bahagia. 😊❤️