Posted in LA LA LA THINGS, Saturday story, Self Reflection, To think

” Give the world the best you have anyway.” ― Kent M. Keith

selflove
WELCOME FEBRUARY

Good day Good People

Counting down, 17 days before examination… (I just want to run away for a while before I am starting to be crazy because of this all. LOL.). Lately, I was MIA for 2 weeks (and maybe will be MIA again for the next 3 weeks hahaha). Suddenly missing my blog and missing some people and urge to read or write something. But at the same time, I want to finish all my tasks, read all my references and be ready for the examination. Have you ever had some paradoxical minds?

Give some refreshing to my brain and my soul, I open my computer and then take a rest at my blog- yet my home/sanctuary. I find something interesting and comforting text from Kent M. Keith. The paradoxical commandments. All of the sentences tell about something that happens in our daily life, but just read it anyway 🙂

Just to make you feel comfort, you can hear this lovely song while reading 🙂

“The Paradoxical Commandments”

People are illogical, unreasonable, and self-centered.
Love them anyway.

If you do good, people will accuse you of selfish ulterior motives.
Do good anyway.

If you are successful, you will win false friends and true enemies.
Succeed anyway.

The good you do today will be forgotten tomorrow.
Do good anyway.

Honesty and frankness make you vulnerable.
Be honest and frank anyway.

The biggest men and women with the biggest ideas can be shot down by the smallest men and women with the smallest minds.
Think big anyway.

People favor underdogs but follow only top dogs.
Fight for a few underdogs anyway.

What you spend years building may be destroyed overnight.
Build anyway.

People really need help but may attack you if you do help them.
Help people anyway.

Give the world the best you have and you’ll get kicked in the teeth.
Give the world the best you have anyway.”
Kent M. Keith, The Silent Revolution: Dynamic Leadership in the Student Council

source : http://www.goodreads.com/quotes/tag/kindness

Ah… sometimes, it happens to us isn’t it? 🙂 Don’t give up anyway…

Welcome February, may God bless everyone and the world 🙂

with love,

cahyanidwy

Posted in LA LA LA THINGS, Saturday story, To think

“The final test of a gentleman is his respect for those who can be of no possible service to him.” – William Lyon Phelps

The final test of a gentleman is his respect for those who can be of no possible service to him. – William Lyon Phelps

Saya masih ingin berterima kasih untuk semua orang atas doa dan ucapan yang diberikan saat ulang tahun saya. Sebuah kalimat doa mungkin terlihat kecil, tetapi hal itu bisa menjadi begitu sangat bermakna bagi seseorang. Ada satu hal yang saya temukan, bukan ucapan atau pun perayaan yang sebenanrnya membuat seseorang bahagia, tetapi ketika seseorang menunjukkan kepedulian mereka terhadap kita, when they care to us, when they respect us.

Kamis lalu, saya menghadiri sebuah dharma wacana (ceramah) yang sangat berkesan tentang generasi muda dan spiritualitas. Biasanya, orang-orang akan berkata bahwa kehidupan spiritual itu sebaiknya dimulai saat tua saja. Namun, pertanyaannya apakah kita masih hidup ketika kita menginjak usia tua? Bahkan hari esok pun tidak pasti. Beliau juga menyatakan, pemuda-pemudi yang memiliki spiritual quotient  akan mampu menyadari hakikat dirinya dan tentu mengarahkannya pada kebaikan.

Ada satu cerita menarik yang disampaikan saat ceramah tersebut, tentang raja dan menteri-menterinya.

Dahulu kala, ada seorang raja yang sangat bijaksana. Suatu hari ia berkeinginan berjalan-jalan ke hutan bersama para menterinya. Di tengah hutan, rombongan raja dan menteri bertemu dengan seorang pendeta.

[courtesy]

Saat melihat seorang yang suci, raja ingin menghormat, menakupkan tangan dan menundukkan kepala pada pendeta tersebut. Saat perjalanan pulang ke kerajaan, seorang menterinya mendekati raja dan berkata, “Yang mulia, Anda adalah orang yang besar dan terhormat. Mengapa Anda harus menundukkan kepala pada pendeta tua itu? Bukankah seharusnya ia yang menghormat pada Anda?”

Raja yang bijak hanya tersenyum. Ia kemudian meminta pada menterinya itu untuk mencarikannya berbagai jenis kepala, mulai dari kepala hewan hingga kepala manusia. Tak pelak, menteri itu segera mencari apa yang diinginkan rajanya. Keesokan harinya ia telah kembali dan membawa kepala kerbau, kepala kijang, kepala singa, kepala gajah dan kepala manusia yang didapat dari mayat musuhnya.

“Sekarang, bawalah kepasar dan jual semua kepala itu, berapa pun  harganya asal terjual habis.” kata sang Raja.

Menteri tidak mengerti dengan sikap raja, tetapi karena itu adalah perintah raja, maka ia tetap mematuhinya. Ia membawa semua kepala itu ke pasar dan menjualnya pada orang-orang. Sang menteri menjual hingga malam hari, semua kepala terjual habis, hanya satu yang tersisa: kepala manusia.

Menteri kembali ke kerajaan dan melaporkan hasil penjualannya pada raja begitu juga, ia menyampaikan bahwa hanya kepala manusia yang tidak berhasil ia jual. raja bertanya mengapa demikian.

“Semua kepala hewan terjual habis, bahkan kepala kerbau, rusa dan gajah terjual tinggi. Namun, tak ada yang mau membeli kepala manusia, bahkan meskipun telah saya berikan secara cuma-cuma. Sebagian mengatakan takut, yang lainnya mengatakan kepala ini tidak bisa dimasak seperti halnya kepala kambing.” ungkap sang menteri.

Sang Raja kembali tersenyum. “Kau lihat? Kepala manusia  sama sekali tidak berarti, bahkan ketika ia tidak memiliki nyawa, kepala ini hanyalah benda yang tak berharga.”

Raja ingin mengajarkan kepada menterinya bahwa manusia adalah tidak jauh lebih berharga bila ia tidak mampu menghargai makhluk/orang lain. Hanya dengan penghargaan yang ia berikan kepada yang lain, manusia dapat meningkatkan nilai-nilai dalam dirinya. dan semasih kepala ini atau badan ini memiliki nyawa yang membuat ia dapat bergerak, bertindak dan berucap maka pergunakanlah dengan sebaik-baiknya.

Melihat video itu, saya jadi teringat bahwa saya pun pernah bersikap cukup buruk pada seorang teman satu kelompok kecil yang sudah banyak membantu saya. I am sorry brother.

Dan sebagai seorang mahasiswi kedokteran (dan sebentar lagi resmi dokter), pasien dan keluarganya adalah orang-orang yang patut mendapat kepedulian dari tenaga medis. Terkadang, karena tugas, jaga, sesekali fisik kita lelah. Sesekali, kita terlalu berfokus pada profesi dan lupa bahwa di sana kita ada untuk melayani.

Saya berharap, saya bisa lebih menghargai siapa pun.. dan melihat video tersebut, saya sadar bahwa saat saya mengetahui sebuah penyakit pada diri pasien, ada rasa bangga seperti sudah berhasil memecahkan sebuah teka-teki. Namun, bagi pasien tidak demikian. Disinilah, mengapa tenaga medis memerlukan empati.

My mother once said to me, “when you treat your patient, think, how will you treat she/he if she/he is your mother or your father”

Baiklah… video terakhir dari Everyone matter, semoga menginspirasi kita semua 🙂

Selamat berakhir pekan semunya 🙂

with love,

cahyani dwy

Read more quote at http://www.brainyquote.com/quotes/topics/topic_respect.html#KrmF2PoYQAZkCm8o.99

Posted in Fav Lyric, LA LA LA THINGS, Saturday story, Self Reflection, To think

Saturday Story

“Sometimes people are beautiful.
Not in looks.
Not in what they say.
Just in what they are.”
Markus Zusak, I Am the Messenger

Terkadang kita terpaku saat melihat bahwa diri kita ‘mungkin’ tidak sebaik, secantik ataupun sepintar yang lain. Hal ini kerap terjadi, bahkan pada diri saya, dulu, hingga akhirnya saya menemukan cerita ini.

Ada sebuah permainan di masa kecil. Permainan batu, kertas dan gunting. Permainan ini sangat sederhana, jika lawan mengeluarkan gunting dan saya mengeluarkan kertas, maka saya kalah dan dia yang menang. Hal yang sebaliknya akan terjadi bila saat saya mengeluarkan kertas dan lawan mengeluarkan batu, maka sayalah pemenangnya. Begitu pula saya akan menang bila saat lawan mengeluarkan gunting dan saya mengeluarkan batu.

Peraturannya sederhana : batu akan kalah dari kertas, kertas akan kalah dari gunting dan gunting akan kalah dari batu.

Tak ada satu yang paling unggul diantara dua yang lainnya. Saat satu unggul dari yang lain, maka ia juga bisa kalah dari yang lain. Saya kagum pada pencipta permainan ini. Ia bisa membuat peraturan yang sederhana tetapi membuat kemungkinan bahwa apapun bisa menang, baik itu si batu, si gunting maupun si kertas.

Tidak ada manusia yang 100% sempurna, masing-masing manusia memiliki kelebihan dan juga kelemahan.

Jadi, mungkin saja saat ini kita memiliki beberapa kelemahan, tetapi Tuhan juga melengkapi kita dengan kelebihan. Mungkin kita tidak secantik atau seganteng yang lain, mungkin tidak sepintar yang lain, mungkin pula kita tidak semampu yang lain dalam ekonomi. Bagaimanapun kita diciptakan, bagaimanapun bentuk kehidupan kita saat ini -yang tidak mampu kita rubah seperti ras, jenis kulit, dan sebagainya)- kita pasti memiliki sesuatu yang lebih dibandingkan yang lainnya. 🙂

Jangan tinggi hati atas kelebihan, tetapi juga jangan berkecil hati atas kekurangan.

Bersyukur atas kehidupan, Tuhan menciptakan kita “sempurna” dalam diri kita sendiri.

Happy weekend to all of the good, beautiful people. “You are worth more than Gold ” 🙂

Oh, oh, oh, oh, oh, oh
Oh, oh, oh, oh, oh, oh
Oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh oh

You were walking on the moon, now you’re feeling low
What they said wasn’t true, you’re beautiful
Sticks and stones break your bones, I know what you’re feeling
Words like those won’t steal your glow, you’re one in a million

This, this is for all the girls, boys all over the world
Whatever you’ve been told, you’re worth more than gold
So hold your head up high, it’s your time to shine
From the inside out it shows, you’re worth more than gold
(Gold gold, you’re gold)
You’re worth more than gold
(Gold gold, you’re gold)

When everybody keeps score, afraid you’re gonna lose
Just ignore they don’t know the real you
All the rain in the sky can’t put out your fire
Of all the stars out tonight, you shine brighter

This, this is for all the girls, boys all over the world
Whatever you’ve been told, you’re worth more than gold
So hold your head up high, it’s your time to shine
From the inside out it shows, you’re worth more than gold
(Gold gold, you’re gold)
You’re worth more than gold
(Gold gold, you’re gold)

So don’t let anybody tell you that you’re not loved
And don’t let anybody tell you that you’re not enough
Yeah there are days that we all feel like we’re messed up
But the truth is that we’re all diamonds in the rough

So don’t be ashamed to wear your crown
You’re a king you’re a queen inside and out
You glow like the moon, you shine like the stars
This is for you, wherever you are

Oh, oh, yeah, yeah, oh, oh,
You’re gold

This, this is for all the girls, boys all over the world
Whatever you’ve been told, you’re worth more than gold
(So hold your head) So hold your head up high,
It’s your time to shine
From the inside out it shows, you’re worth more than gold
(Gold gold, you’re gold)
You’re worth more than gold
(Gold gold you’re gold)

So don’t be ashamed to wear your crown
You’re a king you’re a queen inside and out

Buku pembuka pikiran dan hati:

“Jalan-jalan kehidupan” oleh Gede Prama, “7 Habits of Highly Effective Teens” oleh Sean Covey, dan “Pemulihan Jiwa” oleh Dedi Susanto.

Posted in To think

The Sweet Green Mass Transport

Pagi ini saya pergi ke Puskesmas yang berjarak kurang lebih 20 km dari kost. Jalanan pagi itu tidak begitu macet meski saya berangkat pada jam anak-anak mulai sekolah. Seperti biasa jalan Sudirman selalu dipenuhi bermacam kendaraan baik jenis maupun merek. Satu mobil angkot berwarna hijau muda dengan tempelan stiker “GRATIS” di kaca belakangnya. Angkot berwarna manis ini namanya “trayek pengumpan”. Mungkin cuma bisa ditemukan di sekitaran Denpasar. Ya, seperti halnya bus Trans Sarbagita.

Feeder_dan_ATCS_009211

Satu yang menarik dari angkot itu (selain warnanya tentu) adalah saat naik angkot gratis, turun angkot pun juga ngga berbayar. Stiker GRATIS di kaca belakang itu benar adanya. Keberadaan kata GRATIS, apalagi di tengah kenaikan BBM saat ini tentunya dapat menjadi magnet yang membuat si hijau muda itu ramai. Tetapi, pagi itu si hijau yang saya lihat tampak hanya membawa satu penumpang sekaligus pengendara : Bapak Supir.

Hal tersebut telah menciptakan tanda tanya besar di kepala. Apakah karena masih terlalu pagi? Tidak juga.. karena saya melihat sudah ada banyak anak berbaju sekolah baik yang diantar maupun bawa motor sendiri. Pegawai, karyawan dan bahkan saya sendiri juga membawa kendaraan sendiri. Hehe. Padahal, jika kita mau memanfaatkan keberadaan si Hijau yang notabene gratis ini dapat menghemat pengeluaran dompet.

Namun, faktanya pagi itu masih ada yang menggunakan kendaraan pribadi (termasuk saya). Mungkin, perlu dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang membuat masyarakat kurang memanfaatkan si Hijau dan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Kalau saya pribadi, alasan saya memilih menggunakan kendaraan sendiri :

1. Jadwal saya pergi ke tempat tugas tidak menentu. Kadang harus berangkat subuh pukul 5.30. Sampai saat ini TP baru mulai beroperasi dari pukul 6. Tentu untuk menghindari keterlambatan waktu, saya lebih memilih pakai motor.

2. Kadang saya juga harus berhenti untuk ngeprint sebelum ke tempat tugas. Ya, karena saya tidak menyediakan printer di kost ditambah tugas-tugas yang kadang baru bisa selesai dini hari atau subuh, kesempatan ngeprin adalah saat berangkat. Tidak mungkin Pak supir bersedia menunggu saya selesai ngeprint di tempat fotokopi, kecuali jika pak supir mau berhenti dari pekerjaannya.

3. Kadang saya terlambat bangun tetapi tetap harus sampai di tempat tugas tepat waktu. Jika saya naik TP tentunya saya harus benar-benar mengatur waktu, setidaknya menyediakan waktu cadangan karena saat naik angkot, pak Supir pasti akan berhenti sebentar-sebentar untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. And, ya, it will take time dan bisa-bisa saya melarikan diri dari angkot.

Yup, dari saya itu saja alasannya, tetapi alasan orang lain yang pagi itu memilih menggunakan kendaraan pribadi mungkin berbeda. Apakah dari pihak individu atau kah berkaitan dengan TP tersebut.

Kondisi TP sendiri menurut saya sendiri cukup lumayan. Saya pernah naik sekali. Enaknya ya itu, tidak perlu bayar hehe. Kondisinya juga cukup bersih dan menurut saya sampai saat ini masih aman (however, it doesn’t mean you can be not aware) Namun, seperti halnya duduk di angkot, ya anda tentu duduk tanpa sitbelt. Jika pak supir memiliki sense musik yang bagus, mungkin anda bisa mendengarkan lagu-lagu dari radio. Oh ya, Pak supir juga punya kartu pengenal seperti supir taksi. jadi, jika terdapat keluhan (semoga tidak) mungkin kita bisa berkata, “Pak..(menyebut nama yang tertulis di kartu pengenal).. nanti saya berhenti di depan ya..” So modesty of you isn’t it?

TP mungkin dapat menjadi salah satu moda transportasi massal yang kelak nantinya dapat memudahkan masyarakat. Seperti di luar negeri, penggunaan transportasi massal berjalan optimal. Hal tersebut tentu karena terdapat kedisiplinan waktu antara si calon penumpang dan moda transportasi tersebut. Transportasi adalah perpindahan individu dari suatu dimensi ruang ke dimensi ruang lainnya dengan menggunakan moda. dan setiap perpindahan ruang, selama kita masih di bumi, diperlukan waktu. So, when you move from one place to another, consider that it will take some time.

Ok, begitulah cerita singkat mengenai si hijau yang saya lihat pagi ini. Semoga kelak Indonesia memiliki moda transportasi yang dapat mengakomodasi dan mentransportasikan kita secara aman, nyaman dan tepat waktu. 😀

Berikut adalah web dari dinas perhubungan Denpasar yang bisa diakses untuk mengetahui lebih jelas seputar si Hijau :

http://feedersarbagitadps.wordpress.com/jadwal-dan-rute/

Posted in To think

Are We Heading Back to Non-Democracy Time?

quote-democracy-is-the-government-of-the-people-by-the-people-for-the-people-abraham-lincoln-384402

Good morning good people. I just watched TV and get shocked, the news reported that RUU Pilkada finally vetted.

A little bit sad to know this. It is like that our country step backward for the country’s pledging democracy. Ok, I am not a Law Faculty student. I’m also not a politician. But, as an Indonesian who affected by those act I would like to share my opinion about it.

Those who are too smart to engage in politics are punished by being governed by those who are dumber. ~Plato

Direct election has given us the right to choose our leader directly, our president now and our mayor or governor are the product of direct election. Those make us feel that we have responsibility to our nation by using our voice. I have searched the reasons why the parliament scrapped direct election. They said that “direct local elections had proven too costly, and were prone to conflict and corruption.”

So it is means, that by scrapping the direct local election, we can save our nation from too much expenditure, conflict and corruption. Anyway, will it be real?

“It won’t change the nature of politics, it won’t make politics any cleaner. It will only shift the money politics somewhere else, to the oligarchs, and the victims are the Indonesian people,” – Sarwono Kusumaatmadja.

There are many opinion comes from the experts and also many other Indonesian because of this decision. Most of them give their criticism via social media. It is also sadness for us when I saw that government seems like not in our side. Weren’t they there because of direct election?

“What difference does it make to the dead, the orphans and the homeless, whether the mad destruction is wrought under the name of totalitarianism or in the holy name of liberty or democracy?” 

Mahatma Gandhi

And, maybe. This is politic that we used to know in our country.. I just hope, that everything that have decided by our government will truely make the better for my country and all the people inside.

Politics is war without bloodshed while war is politics with bloodshed.Mao Zedong

Hope for the better future Indonesia Raya…