Posted in Friday Free day, LA LA LA THINGS, LOVELY DOCTOR'S NOTE

10 Tanda Ini Dialami Orang yang Depresi. Apa Kamu Juga Mengalaminya?

Belakangan ini kita sering dikejutkan dengan pemberitaan artis Korea yang mengakhiri hidupnya di usia yang masih muda. Pemicunya dikabarkan adalah depresi akibat tekanan-tekanan sosial, baik itu tuntutan pekerjaan maupun cyberbullying.

Depresi merupakan salah satu gangguan psikologis yang bisa diderita oleh semua orang. Saat seseorang tidak mampu mengelola stress dan tidak memiliki cukup dukungan dalam melalui masalahnya, orang tersebut dapat jatuh ke kondisi depresi.

Depresi yang dialami seseorang bisa dari ringan sampai berat. Depresi yang berat bila tidak tertangani dengan baik bisa berujung pada percobaan bunuh diri. Amit-amit, jangan sampai ya. Yuk kenali tanda-tanda depresi berikut ini.

1. Merasa sedih sepanjang waktu.

Perasaan sedih bisa saja sesekali hinggap dalam keseharian. Melihat kucing yang dianiaya anjing bisa membuat kita sedih sesaat. Orang yang sedang depresi hampir setiap saat merasa murung dan sedih bahkan terhadap hal-hal kecil. Jika rasa sedihmu berlangsung lama sampai mingguan atau bulanan, segera cari bantuan ya.

2. Kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai.

Bila sebelumnya memiliki hobi bermain PUBG kemudian kehilangan minat untuk memainkannya bahkan saat memainkannya pun tidak merasa senang seperti biasa, patut diwaspadai, jangan-jangan ada gejala depresi lainnya.

3. Mudah merasa lelah.

Sudah tidur 8 jam, aktivitas juga tidak terlalu banyak tetapi badan dan pikiran selalu saja merasa lelah dan rasanya tidak berenergi.

4. Konsentrasi berkurang.

Sering kehilangan konsentrasi, seperti saat menuangkan air di gelas tidak sadar sampai airnya kepenuhan.

5. Kehilangan self esteem.

Biasanya merasa oke saat selfie, tetapi saat depresi bahkan untuk melihat diri di cermin saja rasanya sungguh memalukan.

6. Merasa bersalah dan tidak berguna.

Hal-hal kecil terasa terjadi kesalahan kita, bahkan hari ini mentari tak bersinar juga karena kesalahan kita.

7. Kesulitan tidur.

Biasanya ngantuk dan bisa tidur dengan pulas, tetapi belakangan sudah memejamkan mata berjam-jam masih juga terjaga.

8. Nafsu makan menurun bahkan tidak ada nafsu makan.

Jangankan nasi Padang, Pizza, bahkan Boba pun di depan mata tak lagi menggugah selera.

9. Pesimis terhadap masa depan.

Beberapa orang mungkin memiliki sifat pesimis, namun bila sikap pesimis anda juga dibarengi gejala-gejala sebelumnya ada kemungkinan Anda mengalami depresi.

10. Memiliki ide untuk mencederai diri sendiri.

Bila hidup seperti sudah tak ada gunanya dan timbul pikiran atau keinginan untuk mencederai diri atau mengakhiri hidup, jangan!

Segera cari pertolongan ke orang yang dipercaya atau hubungi tenaga kesehatan yang kompeten seperti psikolog atau psikiater bila Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas.

Jika permasalahan hidup rasanya terlampau berat, tidak apa-apa. Semua itu bukan salahmu. Tenangkan hati, yang Kau takutkan tak kan terjadi. (Kunto Aji, dalam lagu ‘Rehat’).

Posted in LOVELY DOCTOR'S NOTE

Baby Blues Syndrom/Postpartum Psychiatric Disorders, seperti apa?

Hello good people, om swastyastu.

Proses hamil dan melahirkan bagi sebagian besar wanita terutama calon ibu adalah hal yang membahagiakan, seperti iklan-iklan sabun bayi di televisi itu loh. Namun, terkadang dapat terjadi hal-hal yang di luar ekspektasi yang mengganggu moment bahagia tersebut. Salah satunya apabila si ibu mengalami Sindrom Baby Blues.

Pernah baca berita Ibu yang tega menganiaya bayi yang dilahirkannya? Atau Ibu yang nekat mengakhiri hidup sendiri beberapa minggu setelah melahirkan? Jikping, semoga kita dijauhkan dari hal-hal seperti itu ya Ibu-ibu. Ternyata, prilaku-prilaku tersebut disebabkan oleh adanya gangguan psikologis. Baru-baru ini bahkan ada berita istri yang membacok suami, usut punya usut ternyata si ibu sedang mengalami baby blues.

Apa Penyebab dan Faktor Resiko?

Ada beberapa hal yang dapat mendasari seorang ibu mengalami gangguan mental pasca melahirkan, diantaranya perubahan hormon dan faktor sosial.

Ibu yang baru saja melahirkan akan mengalami banyak perubahan. Tidak hanya perubahan di dalam tubuh, tetapi juga fisik dan sosialnya. Pada ibu yang baru melahirkan terjadi perubahan kadar hormon yang begitu cepat, terutama kadar hormon estrogen. Penurunan kadar estrogen yang tiba-tiba ini kemudian mempengaruhi serotonin dan dopamin; sistem monoaminergik yang bertanggungjawab terhadap gejala afektif (mood) dan gejala psikosis.

Selain perubahan hormon, ibu baru juga harus beradaptasi dengan perubahan fisik yang kemudian dapat mempengaruhi body image dan self esteem ibu tersebut. Perubahan bentuk badan, kulit, organ reproduksi serta organ-organ lainnya yang tidak sama seperti saat sebelum ia melahirkan. Ibu baru juga harus bisa beradaptasi dengan keluarga baru dan ‘kehidupan baru’ yang berhubungan dengan tanggung jawab dan tuntutan masyarakat.

Beberapa faktor lain yang juga dikatakan berkaitan dengan gangguan mental postpartum diantaranya primigravida (hamil pertama), single mother, operasi caesar, komplikasi saat melahirkan atau pasca melahirkan, riwayat keluarga atau riwayat terdahulu dengan PPD, kejadian yang stressful sebelum atau saat proses melahirkan, riwayat pelecehan seksual, kepribadian labil, isolasi sosial dan tidak ada dukungan dari pasangan.

Seperti Apa Gejalanya?

Gangguan mental pasca melahirkan yang paling sering ditemukan diantaranya postpartum blues, depresi postpartum dan psikosis postpartum. Ketiganya dibedakan berdasarkan onset dan keparahan gejalanya.

Postpartum blues berlangsung dari sejak melahirkan hingga 2 minggu. Postpartum blues ditunjukkan dengan perasaan sedih yang terus menerus, perubahan suasana hati/mood dengan cepat, merasa gelisah, cemas, putus asa, kesulitan berkonsentrasi hingga sulit tidur.

Apabila gejala tersebut bertahan lebih dari dua minggu, sang ibu perlu diperiksakan ke dokter karena bisa saja ia sampai di tahap yang lebih parah, yaitu Depresi Postpartum.

Secara umum, depresi postpartum juga memiliki gejala yang hampir mirip dengan baby blues diantaranya perasaan sedih yang terus menerus, merasa lelah dan lemas, tidak mood melakukan hobi, tidak tertarik untuk mengurus diri, nafsu makan berkurang, kesulitan tidur, sensitif, merasa bersalah, tidak merasakan ikatan batin dengan anak, berpikiran negatif dan tindakan mencederai bayi/diri sendiri.

Depresi postpartum dapat berlangsung bulanan dan bila sampai lebih parah sampai sang ibu mengalami delusi atau halusinasi akan menjadi Psikosis Postpartum. Serem kan bu-ibu?

Bagaimana Terapinya?

Apabila terdapat gejala-gejala tersebut pada ibu yang baru melahirkan, perlu untuk segera dikonsultasikan ke tenaga kesehatan, seperti psikolog, dokter atau psikiater. Semakin dini ditangani, penyembuhannya juga akan semakin baik.

Manajemen yang diberikan pada penderita gangguan mental postpartum ada yang tanpa obat (nonfarmakologis) dan dengan obat-obatan (farmakologis) tergantung dari keparahan kondisinya.

Secara umum, setiap penderita gangguan mental postpartum memerlukan dukungan terutama dari pasangan dan anggota keluarga. Dukungan yang diberikan dapat berupa dukungan secara mental sampai berupa bantuan dalam mengurus bayi. Hal yang paling penting dalam dukungan mental tersebut adalah meyakinkan dan mendukung ibu agar ia kembali percaya diri baik terhadap dirinya sendiri maupun kepercayaan dirinya untuk menjadi seorang ibu. Psikoterapi dan psikoedukasi juga dapat dipertimbangkan untuk mempercepat kesembuhan ibu. Sementara, pada penderita psikosis postpartum dengan gejala mencederai bayi atau menelantarkan bayi perlu dipertimbangkan untuk dipisah sementara dengan bayinya.

Pada gangguan mental yang tingkat keparahannya menengah sampai parah (Depresi sampai psikosis) dari dokter akan dipertimbangkan pemberian obat yang akan membantu mengurangi gejala-gejalanya. Tentunya ini juga mempertimbangkan status menyusui ibu karena ada beberapa obat yang bisa ikut masuk ke dalam air susu ibu.

Jadi, demikianlah sedikit cerita kita hari ini tentang baby blues dan gangguan mental lainnya pasca melahirkan.

Apabila anda merasakan gejala-gejala tersebut, seek for help! Segera cari bantuan dan jangan dipendam sendirian.

Referensi:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4539865/

Thanks for reading.

With love,

Posted in LA LA LA THINGS, LOVELY DOCTOR'S NOTE

Suntik Vitamin C Bisa Bikin Kulit Putih? Ini Faktanya

Good day good people, om swastyastu.

Memiliki kulit yang putih bersinar sepertinya masih menjadi idaman bagi sebagian orang-orang Indonesia. Apalagi dengan pengaruh K-beauty, banyak orang yang berhasrat agar kulitnya putih bersih dan tentu saja: ‘glowing’ bagai lampu Phillip 100 watt.

Berawal dari konsultasi seorang teman saya yang mengeluhkan kulitnya kusam dan kehitaman akibat paparan sinar matahari. Dia pun menanyakan suntik vitamin C untuk mencerahkan kulitnya.

Jadi benar ngga sih, suntik vitamin C bisa membuat kulit menjadi putih?

Oke, mari kita dongeng ilmiah dulu dikit ya tentang asal muasal warna kulit.

Lapisan Kulit dan Pigmentasi

Kulit terdiri atas beberapa lapisan. Lapisan terluar yaitu epidermis dan lapisan yang lebih dalam yaitu dermis dan hipodermis. Pada lapisan epidermis terdapat melanosom, sel yang mengandung melanin. Melanosom disintesis oleh melanosit dengan bantuan enzim tirosinase. Melanosom ini nantinya akan disebar ke keratinosit. Proses pembentukan melanin ini disebut melanogenesis.

Warna kulit tiap-tiap orang akan berbeda-beda tergantung dari kuantitas dan kualitas melanosom, selain juga dipengaruhi oleh genetik dan paparan sinar matahari. Melanosit menghasilkan 2 jenis melanin, eumelanin yang menghasilkan warna coklat-gelap dan peomelanin yang menghasilkan warna kuning-merah muda. Melanin inilah berperan dalam mengatur kadar UV yang akan diserap oleh kulit. Orang-orang yang tinggal di daerah dengan paparan sinar UV berlebihan akan memiliki eumelanin yang lebih banyak dan memiliki kulit yang lebih gelap. Sementara itu, orang-orang yang tinggal di daerah dengan sedikit sinar matahari akan memiliki jenis kulit yang lebih terang untuk membantu menyerap sinar UV dalam proses pembentukan vitamin D.

Manfaat Vitamin C untuk Kulit

Kulit yang sehat adalah kulit yang ternutrisi dengan optimal. Salah satu nutrisi yang penting untuk kesehatan kulit adalah vitamin C. Vitamin C memiliki banyak manfaat untuk kulit diantaranya: membantu pembentukan kolagen (yang berperan dalam menjaga elastisitas kulit, penyembuhan luka), sebagai antioksidan yang mencegah kerusakan kulit oleh stres oksidasi, dan menghambat melanogenesis.

Vitamin C pada jaringan kulit lebih banyak ditemukan di intraseluler. Distribusi vitamin C dari plasma ke jaringan kulit dibantu oleh specific sodium dependent vitamin C transporters (SVCT). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C dalam suatu jaringan tergantung dari saturasi vitamin C dalam plasma. Namun, belum cukup penelitian yang menunjukkan hubungan antara akumulasi vitamin C dalam kulit dengan asupan nutrisi atau plasma. Terdapat dua penelitian yang menunjukkan meningkatnya jumlah vitamin C dalam kulit setelah suplementasi vitamin C, tetapi tidak terdapat pengukuran yang adekuat terhadap jumlah vitamin C dalam plasma peserta penelitian baik sebelum maupun sesudah intake vitamin C tersebut.

Jadi, apakah vitamin C bisa membuat kulit putih?

Bisa, melalui mekanisme penghambatan melanogenesis. Namun, masih belum jelas seberapa banyak vitamin C yang masuk ke tubuh hingga dapat meningkatkan kadar dalam plasma hingga terdistribusi ke kulit.

Bagi yang haus ilmu dan ingin mendapat pengetahuan yang lebih lengkap, dipersilakan untuk menuju link di bawah ini. šŸ˜„

Referensi:

1. https://en.m.wikipedia.org/wiki/Human_skin_color

2. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0047248485800944

3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5579659/

Btw, ini niat banget ngisi referensi biar tulisannya berdasarkan fakta ilmiah bukan berdasarkan kenangan atau khayalan penulis. Udah kaya nulis paper zaman kuliahan ya. Hehe, udah pantas kan ya kalau mau lanjut kuliah lagi ? :p

With love,

The Healthy Hearty Breakfast : Oat

20150912_081349

Dear people, good morning. Did you have your breakfast this morning? I just had a bowl of oat milk.

Saya mungkin satu diantara banyak orang yang sudah termakan iklan. Iklan di tv yang menyajikan produk secara visualisasi kreatif memang sanggup membuat makanan biasa saja jadi terlihat istimewa dan akhirnya membuat konsumen ingin mencoba.

Ya, saya salah satu konsumen itu. Setelah melihat iklan dan merasa tergoda dengan tampilan kemasannya, akhirnya saya memutuskan membeli beberapa sachet Oat dan menyeduhnya pagi ini sebagai menu sarapan.

Setelah dicoba, ternyata rasanya enak. Apalagi isi potongan-potongan buah. Meskipun, yah.. buah kering yang pastinyaĀ sudah diawetkan, tapi rasa buahnya masih terasa. Strawberry yang sedikit asamĀ dan bluberi yang manis.

Terlepas dari isi atau tidaknya potongan buah, oat yang terbuat dari gandum diketahui mengandung soluble fiberĀ (serat)Ā mampu menurunkan kadar LDL (low density lipoprotein)Ā kolesterol jahat dalam darah. Selain oat, jenis makanan lainya yang mengandungĀ soluble fiberĀ yaitu apel, kacang, pear, dan buah plum (ada di Indonesia?)

Penumpukan kolesterol jahat dalam darah dapat menyebabkan hipertensi, dislipidemia, penyakit jantung koroner dan stroke. Berdasarkan data Departemen Kesehatan RI, diperkirakanĀ bahwa kematian akibat penyakit kardiovaskuler di dunia pada tahun 2008 mencapai 17,3 juta jiwa. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat sampai 23,3 juta jiwa di tahun 2030.Ā Apakah kita akan termasuk diantaranya? Hm..

Berhubung Hari Jantung Sedunia sudah dekat, yang diperingati tiap 29 September, ada baiknya kita juga mengingat dan melakukan beberapa hal untuk menyayangi jantung kita. Caranya :

  1. Diet sehat. Makan makanan yang bergizi, kurangi makanan yang banyak kolesterol jahatnya dan perbanyak konsumsi makanan yang berserat dan bervitamin.
  2. Olahraga. Olahraga ringan selama 30 menit sekitar 2 sampai 3 kali seminggu akan membantu menjaga stamina dan meningkatkan daya tahan tubuh.
  3. Kurangi merokok dan konsumsi alkohol, bahkan lebih baik dihentikan.

Sayangi Jantung Anda.

with love,

Posted in BEC, LOVELY DOCTOR'S NOTE

[EF #26] The Reason Why We Should See Them

Dentist and her terrified patient
Dentist and her terrified patient. source : http://www.ranfordroaddental.com.au

Even now, while thinking about going to dentist, I can feel a bitter taste in my mouth. When I was child, dentistĀ is one of many scary thing that I don’t want to meetĀ beside grasshopper, mongoose and owl. I don’t know why I am scare to that cute animals, but I know I am afraid to dentist because the sound of their dental tool, especially the one that sound like drill. I also afraid when dentist hold their “pliers” like cunam, to pull my tooth. And, I hate the freeze taste on my gum after it. Hahaha, if only I knew that it was the anesthetic to make me don’tĀ feel pain while my tooth was pulled.

After all of that I have learnt in my college, going to dentist is such a must thing. DoĀ you know how is the pain of a toothache? Our Dangduters singer even say that it is more painful than “a broken heart” (or vice versa?).

Ok, it is not so important, what is between them that isĀ more painful, but a hole in your tooth can impact to make a defect to your heart. Poor oral hygiene is the causeĀ of many dental health problems. The bacteria that live in poor oral health can escape to bloodstream. You know that blood will be pump by heart. The bacteria that flow in the bloodstream can colonize in heart valve and destroy your heart valve causing rheumatic fever and the worse is rheumatic heart disease (RHD).

F1.large
Look at the RHD, the defect in the heart valve cause it hard to pump the blood. SCARY!

It is more scary to have that disease rather than go to dentist, Isn’t it?

images
wanna have a bright smile? Go to dentist! source: westlinnsmileteam.com