Posted in Fav Lyric

#in-song-nia

Insongnia kali ini kita dengarkan lagu random dari Youtube. Lagu Air Mata dari band Dewa.

Mendekap keterbatasan bahwa kita hanya manusia, menangislah bila harus menangis.

Posted in Fav Lyric, LA LA LA THINGS, mindfulness journey, Saturday story, Self Reflection, Throwback Edition

“If Everyday was a sunny day, then all over the world will be covered by desert” Seo Dal Mi.

Om Swastyastu, good day good people.

Welcome to my Blog. Enam bulan telah berlalu sejak postingan terakhir dan kini sudah tahun baru. Akhirnya tahun 2020 berlalu, meski peningkatan kasus baru covid 19 masih tetap meroket.

How Was Your 2020?

Bagaimana kesan anda menjalani tahun 2020? 🙂 Kaget ya? Ga nyangka kalau tahun 2020 kita akan menemui peristiwa langka seperti pandemi yang kemudian benar-benar merubah total hampir semua sendi kehidupan kita. Sekolah, pekerjaan, aktivitas sosial, bahkan ada sebagian orang yang kehilangan keluarga. Bukankah ini seperti sebuah bencana yang tak kasat mata? Barang kali di sana ada jawabnya, mengapa di bumi kita terjadi bencana? Deep condolence to us, who are losing someone, who are losing job, losing hope, losing trust to the government, and losing their humanity because they could corrupted people’s money in the time like this. But, thanks to some people that show their kindness, helping others. Thank you for making the world a little better place. Thank you to everyone who fight as frontliner, and thank you to us for still surviving, hold on, and discipline to health protocol.

My Flashback of 2020

Rasanya beberapa tahun belakangan ini menjadi tahun yang selalu penuh dengan up and down. Hahaha. Mungkin benar kata orang, kita baru memasuki dunia yang sebenarnya setelah kita menikah. Lah kemane aje selama remaja? Maklum pas remaja jarang gahol, cuma tahu dunia itu dari permukaan. Setelah masuk ke dalamnya, barulah saya sadar seluk beluk dunia itu sungguhlah sinetron yang diangkat ke kisah nyata. Kumenangissssss… *Plakkkkkk.

Namun, bukankah memang itu inti dari menjadi manusia? Bertumbuh, belajar dan menjalani kehidupan sampai kita bisa menemukan makna dan apa yang kita cari di dunia? Hidup menyediakan pilihan. Tinggal kita yang memilih dan siap bertanggungjawab atas pilihan itu. Hidup menyediakan cobaan, apakah kita menang atau gagal dari cobaan itu? Apakah saat gagal, kita bisa bangkit atau tetap jatuh terpuruk? Apakah menerima dan menjalani jalan yang di depan atau kemudian memutar dan memilih jalan lain?

Awal 2020 saya sempat frustasi karena saya sudah mengakhiri kontrak tapi belum memiliki cadangan yang pasti untuk melanjutkan kerja. Sempat ada lowongan saat itu, tapi tidak melamar, berpikir mungkin bisa menyusul misua ke Lombok. Mencoba untuk percaya dengan hasil cpns yang kemungkinannya sangat kecil, lalu ternyata gagal. Lalu pandemi datang dan sama sekali tak ada lowongan. Sudah jatuh, tertimpa tangga, dan parahnya lagi jatuh di kubangan. 🙂

Sakit memang dan rasa sakit itu mungkin susah untuk dilupakan. Saya memilih memaafkan, bukan karena saya mentolerir sikap dan perkataan yang menyakitkan hati. Namun, karena hidup saya terlalu berharga bila dijalani dengan tetap membopong luka. Saya tidak akan melupakan masa-masa itu. Karena itu adalah pelajaran yang paling berharga yang saya peroleh. Terima kasih untuk orang-orang yang telah berperan sebagai guru, terima kasih untuk orang-orang yang menjadi penumpu dan terima kasih Tuhan yang menyediakan setiap sandiwara dan membantu saya untuk melewatinya. Ini adalah pedoman agar kelak saya bisa mengambil langkah dan tidak jatuh ke kubangan yang sama.

My Lessons of 2020

Ada beberapa hal yang kemudian saya pahami dari semua kejadian itu.

1. What The Meaning of My Life? What I Want to Do in this Life? Help Others trough becoming a good and professional Doctor.

Setelah menjalani masa-masa itu saya menyadari bahwa saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan saya sebagai seorang dokter terlalu lama. Di sana lah impian masa kecil saya, passion saya dan salah satu penyokong arti hidup saya yang paling besar. Perpaduan antara ilmu, memecahkan masalah dan membantu orang jadi satu dalam pekejaan itu, mungkin itu yang membuat saya bahagia dan senang menjalaninya. Saya mungkin belum sepenuhnya mampu menjadi dokter yang baik dan profesional, tapi saya mau dan akan terus belajar dan berusaha.

Saya berterima kasih karena pertengahan tahun, Tuhan memberi kesempatan bekerja kembali. Meski bimbang saat memutuskan karena tentu ada waktu bersama anak yang harus direlakan, banyak hal telah membuat saya jengah dan bertekad bulat untuk bekerja kembali. Terlepas dari passion dan impian masa kecil, dunia dewasa saya saat ini ternyata adalah dunia dewasa yang keras, yang memandang sebelah mata bila kamu bukan siapa-siapa atau tidak menghasilkan apa-apa. Saya pernah merasa gagal karena seperti tidak mampu menjadi ibu yang baik, jadi ijinkan saya setidaknya berguna bagi orang lain dengan ilmu yang saya peroleh. 🙂

2. The First and The Most Important to Become My Source of Love Is Myself. Don’t depend love and respect from Others.

Saya sadari bahwa satu-satunya orang yang harus saya harapkan cinta dan penghargaannya adalah diri saya sendiri. Berharap cinta dan respek dari orang lain adalah hal yang paling mengecewakan. Cintai dirimu sendiri, hargai dirimu sendiri. Karena saat kamu sudah penuh akan cinta, kamu tak akan mengharapkan apapun dari orang lain. A note to myself: jangan orang lain aja dibeliin ini itu, kamu juga berhak menikmati hasil kerja kerasmu. Okay?

3. Perfection Doesn’t Exist. I am not Perfect and Nobody is Perfect and That’s Okay.

Saya mulai belajar menerima bahwa sungguhlah tak semua hal bisa terjadi secara sempurna. Manusia pun demikian. Sesempurna apapun seseorang kelihatannya, kenyataannya ada hal-hal yang membuatnya tak sempurna. Hanya kita dan orang lain tidak mengetahuinya secara utuh. Saya belajar untuk mengabaikan setiap judgement orang-orang karena saya pahami mereka hanya manusia yang tidak sempurna, sama seperti saya. Kalau semua manusia terlahir sama, kita akan hidup layaknya barisan semut yang hanya tahu bekerja tanpa banyak berkata-kata.

4. You are the One who Own Responsibility of Your Own Life.

Saya belajar bahwa semakin kita dewasa, kita memiliki tanggung jawab yang semakin besar. Tanggung jawab yang utama tentu tanggung jawab terhadap diri sendiri. Kebutuhan kita, keperluan kita, sebisa mungkin kita harus bisa mandiri. Dunia yang dewasa bukan lagi dunia anak-anak dimana kita selalu bergantung pada orang tua/orang lain. Kitalah yang bertanggung jawab atas hidup kita sendiri. Hidup kita sepenuhnya tanggung jawab kita. Orang lain boleh memberi saran, tapi saya lah yang paling berhak memutuskan apa yang terbaik untuk diri saya. Berkaca dari pengalaman di masa lalu, mengikuti saran orang ternyata ujung-ujungnya tetap dipersalahkan. Saya tak mau lagi iya-iya saja dan menuruti bila saya rasa itu tidak tepat untuk saya, karena pada akhirnya saya lah yang akan menanggung pilihan itu bukan orang lain.

5. The only Thing that I can Control are My Thoughts and My Attitude.

Dunia ini penuh dengan banyak hal, tetapi yang hanya dalam kuasa saya hanyalah pikiran saya dan sikap saya. Orang bisa saja bersikap di luar dugaan, cuaca bisa saja berubah-ubah, dunia mungkin hancur atau maju dan berkembang. di tengah semua yang tak pasti itu, melelahkan bila saya berharap semua akan selalu baik-baik saja dan berjalan sesuai rencana. Saya hanya bisa mengatur pikiran dan mengatur sikap. Apakah masa bodoh atau mengambil suatu tindakan.

6. Focus on Good Things and Be Grateful for It.

Saya tahu ada banyak hal dalam satu hari yang bisa mengacaukan hati saya, tetapi syukurlah Tuhan masih menyisakan beberapa hal yang baik. Satu hal buruk bisa mempengaruhi lima hal baik bila saya terlalu fokus pada hal buruk itu. Yah, tidak mudah, tetapi terasa lebih menyenangkan bagi hati bila memfokuskan pada hal-hal yang penting dan menyenangkan. Ini juga yang membuat saya memfilter media sosial. Kadang membuka media sosial hanya untuk mencari tahu kabar teman atau kerabat yang saya rindukan. Tak semuanya bisa saya lihat setiap hari dan saya mulai meninggalkan melihat media sosial orang yang tak pernah saya temui sebelumnya seperti artis, mantan, *eh* atau yang kenal cuma lewat obrolan. Hehe. Intinya, saya hanya ingin lebih banyak bersyukur dan berfokus pada hal-hal yang penting.

7. Life is Full of Abundance. Everything is Enough for Everyone. What Goes Around, Comes Around. Do Kindness, It Will Comeback Unexpected Ways.

Saya percaya bahwa hidup itu penuh dengan kelimpahan, semasih saya mampu untuk berbagi, saya akan berbagi. Saya belajar untuk tidak berharap lagi pada orang atau pada apa yang telah pergi karena bisa saja yang akan kembali bukanlah dari orang yang pernah kita beri dan apa yang kita bagi tak selalu kembali dalam bentuk materi. Rejeki bisa saja berbentuk lain; kesehatan orang-orang yang terkasih, kelancaran dalam hidup dan keharmonisan keluarga dan itu sudah lebih dari cukup. Tuhan tahu yang terbaik dan paling tahu apa yang kita butuhkan. 🙂

8. God Teach You to be Kind, but Not to Please Everyone We Meet. Know What is Right For You.

Dulu saya selalu berusaha untuk melakukan apapun yang bisa membantu orang lain, tak peduli apakah saya mampu, apakah saya memiliki waktu, bahkan tak peduli meski saya kelelahan. Saya perlahan belajar untuk mengenali keterbatasan saya dan merelakan bahwa saya tak bisa menjadi unsung hero yang mampu melakukan segalanya. Saya belajar untuk menghormati hak-hak saya sendiri bahwa saya berhak untuk menolak permohonan orang lain bila saya memang tidak mampu melakukannya. Saya belajar untuk membantu dan memberi seikhlasnya saja sebagai ucapan terima kasih, bukan untuk meraih kendali atau respek orang lain. Tidak apa-apa bila saya bukan lagi ibu peri yang dulu. Saya yang sekarang hanyalah manusia biasa yang memiliki keterbatasan seperti manusia lainnya. 🙂

Akhirnya itulah bekal yang diberikan oleh 2020 kepada saya untuk menjalani masa-masa selanjutnya. Ambil lah bila ada yang sesuai dengan anda dan buang bila tidak, karena setiap orang memiliki tantangannya sendiri dan rumusnya sendiri untuk memecahkan masalahnya. Tentu rumus ini pun mungkin suatu kelak akan usang, tergantung bagaimana hidup memberikan musimnya. Tugas saya sebagai manusia, belajar dari pohon jati yang beradaptasi: ada masa dimana kita harus meranggas dan berdiri kokoh, ada masa dimana kita bisa merimbun dan berbuah lebat. Eh, memangnya pohon jati bisa berbuah? Plakkkk.

Berubah lah bila harus berubah, terutama bila cara-cara yang lama tak mampu lagi memberikanmu kedamaian. Ombak datang menerjang, mengayuhlah lebih keras. Angin berhembus, bentangkan layar agar lebih cepat ke tujuan. Itulah sebab manusia diberi akal budi, agar mampu melewati setiap cobaan yang diberi.

Oya, satu lagu penuh makna dari Nosstress menutup tahun 2020 dan menemani 2021. “Pegang Tanganku”

Thank you God for everything. Meminjam tagar Kakanda Andhika Diskartes “Stay Bold”.

With love,

Posted in Fav Lyric, LA LA LA THINGS, mindfulness journey, Self Reflection

Sumurku yang (hampir saja) Mengering

Good day, good people

Suatu hari saya pernah dihadapkan pada pernyataan, “Pikirkanlah sendiri kenapa orang lain bersikap seperti itu ke kamu. Tanyakan pada dirimu sendiri ‘aku kenapa sehingga orang lain seperti ini padaku’.”

Saya pun bertanya-tanya, saya kenapa? Apakah ada yang salah dengan diri saya? Apakah saya telah membuat kesalahan?

Mungkin itu hal yang paling sulit, mencari kesalahan apa yang telah kita perbuat di saat kita merasa tidak pernah dengan sengaja menyakiti orang lain. Di saat kita telah berusaha yang terbaik dengan sekuat tenaga.

Tidak ada asap, tanpa ada api. Bolehkah saya membalikkan pertanyaan itu, ‘kenapa saya bisa seperti itu pada anda, apakah ada sesuatu yang anda lakukan sehingga orang lain/saya demikian terhadap anda?’

Jika kita mau melihat ke dalam, kekecewaan datang sebenarnya bukan karena orang lain, tetapi karena ekspektasi kita sendiri. Seringkali kita memberi, sadar atau tidak sadar, dengan harapan layaknya investasi. Berbuat baik tanpa sadar kelak akan ditimbal balik dengan kebaikan ‘seperti yang kita harapkan’. Jadi ketika hal yang terjadi tak sesuai ekspektasi, kita akan beranggapan bahwa orang tidak tahu berterima kasih.

Terlambat kita sadari, hidup bukanlah perihal mengambil yang kita tebar. Bukan hanya sebuah tabungan yang kita setorkan untuk kelak bisa kita tarik. Mungkin, hidup adalah sebuah hutang yang perlu kita bayar sepeser demi sepeser hingga lunas.

Bisakah kita tetap memberi walau tak suci?

Bisakah kita terus mengobati walau membiru?

Cukup besar untuk mengampuni? Cukup besar untuk mengasihi? Tanpa memperhitungkan masa yang lalu?

Walau kering bisakah kita tetap membasuh?

Sumurku mungkin mengering, tapi aku tahu akan terisi kembali. Karena aku menemukan makna hidupku di sini.

Semoga damai dimanapun kita berada. Bersama-sama sedikit demi sedikit untuk lebih ikhlas dari waktu ke waktu. Melapangkan hati untuk lebih lebar dari hari ke hari. Menjadi sumur yang lebih besar, yang lebih dalam, yang walaupun mulai mengering tapi tetap membasuh.

Terima kasih untuk lagu “Membasuh” dari Hindia feat Rara Sekar. Lagu yang begitu mendamaikan hati, membasuh hati.

Posted in Fav Lyric, LA LA LA THINGS

Colours In The Dark

Good day Good people,

I believe that every season serve for a different purpose and every season has their own theme song. Lately, I declare myself as newbie of One OK Rock’s fans. Ada yang juga sama-sama fansnya OOR di sini? Let’s scream together!

Berikut ini adalah lagu-lagu OOR yang menemani hari-hari saya. Thanks for the vibes that strengthen me and cheer me up. Diambil dari playlist Best Of OOR by situpai_terbang.

1. Push Back, album Eye of the Storm.

Lirik:

Gun to our heads
They’re tryin’ to tell us what to think
We’re stuck on the edge
So, go ahead and push us
We’ll get up and push back
Push back

Pistol ditodongkan ke kepala kita, mereka mencoba memerintahkan kita untuk berpikir. Kita tersudut di tepi. Dorong saja kami. Kami akan bangkit dan mendorong balik

They call it revolution, but nothing’s changed
They call it medication, we’re still in pain

Mereka bilang soal revolusi (perubahan), tapi tak ada yang berubah. Mereka berkata tentang mengobati, tapi kita tetap kesakitan.

Now we’re back in the fight and never losing our strength
We tried too many times just waiting patiently, patiently

Sekarang kita kembali pada pertarungan dan tak akan pernah kehilangan kekuatan. kita sudah mencoba berkali-kali, cukup tunggu dengan sabar.

It’s like they’re holding their gun to our heads
They’re tryin’ to tell us what to think
We’re stuck on the edge
So, go ahead and push us
We’ll get up and push back
Push back

Your precious reputations goes up in flames
Your empty information, we know it’s so fake

Reputasi yang kau banggakan mulai terbakar, informasimu yang menyesatkan, aku tahu itu hanya kebohongan.

Now we’re back in the fight and never losing our strength
We tried too many times just waiting patiently, patiently

It’s like they’re holding their gun to our heads
They’re tryin’ to tell us what to think
We’re stuck on the edge
So, go ahead and push us
We’ll get up and push back
Push back

Terkadang kita dihadapkan pada situasi yang sulit, memaksa kita untuk berpikir keras. Segala usaha yang dilakukan tapi tak membuahkan hasil. Pada saat yang sama kita tersudut dengan opini orang-orang. Dorong saja aku, karena aku akan bangkit dan mungkin mendorong balik.

2. Change. Album : Eye of the Storm

Lirik

If we’re not moving forward
What are we moving for?

Jika kita tidak bergerak maju, untuk apa kita berjalan?

Feels like we’re losing order
Fighting a losing war

Seperti kita kehilangan arah, berjuang pada perang yang sedang kalah

We need to work this out
Can’t do this by myself
How did we let it go this far?

Kita perlu membuat ini berjalan, tak bisa kulakukan sendiri, bagaimana kita telah membiarkan semuanya berlalu sejauh ini?

Hey
You know it’s not too late for us to make a change
You gotta listen to your heart what does it say?
No matter how much we might bend, we will not break
‘Cause we got what it takes to stay

Hei, kau tahu? Belum terlambat bagi kta untuk membuat perubahan. Kau harus dengarkan suara hatimu.. apa yang ia katakan? Tak peeduli seberapapun kita tertekuk, kita tak akan remuk. Karena kita temukan apa yang akan membuat kita bertahan.

I know we got the power
Masters of our own fate
Together we are stronger
As long as we got faith

Aku tahu kita memiliki kekuatan, muenentukan takdir kita sendiri. Bersama kita bisa lebih kuat, selama kita memiliki tekad.

この声で響かす
SOSのサイン
道なき道を進み目指す場所へ

Hey
You know it’s not too late for us to make a change
You gotta listen to your heart what does it say?
No matter how much we might bend, we will not break
‘Cause we got what it takes to stayStay with me now

Terkadang kita bimbang saat akan menentukan langkah. Harus dengarkan kata siapa? Kita lah penentu takdir kita. Maka dengarkanlah kata hatimu agar kau bisa menemukan sesuatu yang akan membuatmu untuk bertahan. Jangan pantang menyerah untuk membuat perubahan.

3. Head High, album Eye of the Storm

Yeah, they tried to stop me
But it was too late
Oh, there’s no interfering my fate
They was trying to hold me in every way
Thinking I’ve taken everything I could take

Mereka mencoba menghentikanku, tapi sudah terlambat. Oh, jangan campuri lagi takdirku. Mereka mencoba menahanku dengan segala cara, berpikir aku telah mengambil apapun yang bisa kuambil

Everybody’s challenge turning into mine
And overcame adversity

With my head high, my
Make a stand with my head high, my
I’m not afraid to love, I’m not afraid to try, I’m not afraid to fly
With my head high, my

Setiap orang berusaha menjadi aku, kuhadapi segalanya.

Dengan kepalaku tegak, aku tegak dengan kepalaku tertegak. Aku tak takut untuk mencintai, aku tak takut untuk mencoba, untuk terbang.

No, it wasn’t easy, but everyday
Oh, I took one step closer to change
They didn’t wanna see me break these chains
Being more than just a name and a face

昨日も明日も越えて
更にそのもっと先へ

Tidak, ini memang tak mudah. Tapi setiap hari aku mengambil selangkah lebih dekat untuk berubah. Mereka tak ingin melihatku memutus rantai ini, tak ingin aku menjadi lebih dari sebuah nama dan wajah.

With my head high, my
Make a stand with my head high, my
I’m not afraid to love, I’m not afraid to try, I’m not afraid to fly
With my head high, my

Terkadang, saat kita mulai perlahan berubah, ada saja rintangan menghadang. Tapi, tegakkan kepalamu. Dan teruslah maju.

4. We Are, album Ambition

We are, we are
We are, we are

Kita adalah kita


They think that we’re no one
We’re nothing, not sorry
They push us
It’s too late, it’s too late
Not going back
They think we are made up
Of all of our failures
They think we are foolish
And that’s how the story goes

Mereka menganggap kita bukan apa-apa, bukan siapa-siapa, tanpa merasa bersalah. Mereka mendorong kita, tapi terlambat. Kita tak akan berbalik. Mereka berpikir kita seonggok kegagalan, mereka berpikir kita bodoh. Dan dari sanalah cerita ini berawal.


They stand for nothing
They’re lifeless and cold
Anything they say
Will never break our hearts of gold

Mereka tak memiliki pendirian, mereka dingin dan tak berperasaan. Tapi apapun yang mereka katakan, tak akan menghancurkan hati emas kita.


When you’re standing on the edge
So young and hopeless
Got demons in your head
We are, we are
No ground beneath your feet
Not here to hold you
‘Cause we are, we are
The colors in the dark

Saat kamu (seperti) berdiri di ujung jurang, begitu muda dan tak berguna. Iblis-iblis (yang masuk) di kepalamu.

Tak apa, kita adalah kita (apa adanya).

(saat) tak ada tanah di bawah kakimu. (tergantung?)

(maaf, aku) tak ada di sana untuk menggenggammu

Kita adalah kita, warna dalam gelap

Now covered in madness
But they just can’t hurt us
They tell us we’re nothing
Keep walking and let it go

Kini kita dibalut kegilaan. Tapi mereka tak akan bisa melukai kita. Mereka berkata kita bukan apa-apa. Tetaplah berjalan dan biarkan saja.


They are the weakest
And don’t even know
Anything they say
Will never break our hearts of gold

Merekalah yang terlemah bahkan mereka tak tahu, apapun yang mereka katakan tak akan mampu merobek hati kita.


When you’re standing on the edge
So young and hopeless
Got demons in your head
We are, we are
No ground beneath your feet
Not here to hold you
‘Cause we are, we are
The colors in the dark


Never tell yourself
You should be someone else
Stand up tall and say
I’m not afraid, I’m not afraid
So never tell yourself
You should be someone else
Stand up tall and say
I’m not afraid, I’m not afraid

Jangan pernah berkata pada dirimu, bahwa kau harus jadi orang lain. Berdirilah tegap dan gemakan “aku tak takut. Aku tak takut!”

Lagu ini seperti sebuah self-talk. Kadang orang-orang begitu mudahnya berkata-kata tanpa memikirkan perasaan kita, tanpa merasa bersalah. Tapi jangan biarkan kata-kata itu merobek hati kita. Saat kamu merasa terjatuh dan penuh dengan pikiran yang gelap, tidak apa-apa. Maafkan dirimu karena tak mampu menggenggam hatimu sendiri kala itu. Tak apa, kita adalah kita apa adanya. Warna dalam gelap. Kau tak perlu jadi orang lain. Berdirilah tegap dan kuatkan dirimu.

5. Be The Light

Just the thought of another day
How did we end up this way
What did we do wrong, God?

Hanya sebuah pemikiran pada suatu hari, bagaimana semua ini bisa terjadi? Apa kesalahan yang sudah kami lakukan, Tuhan?

Even though the days go on
So far, so far away from
It seems so close

Meskipun hari-hari terus berjalan, jauh sangat jauh, tapi terasa dekat

Always weighing on my shoulder
A time like no other
It all changed on that day
Sadness and so much pain

Bersandar selalu di pundakku, saat waktu tak seperti biasanya, semua berubah saat itu, kesedihan dan semua rasa sakitmu

You can touch the sorrow here
I don’t know what to blame
I just watch and watch again
Oh…

Kau bisa menyentuh kepedihan itu do sini, aku tak tahu apa yang bisa ku persalahkan. Hanya bisa melihat dan melihat.

Even though the days go on
So far, so far away from
It seems so close

Even though the days go on
So far, so far away from
It seems so close

What did it leave behind?
What did it take from us and wash away?
It may be long
But with our hearts start a new
And keep it up and not give up
With our heads held high

Apa yang ditinggalkan di belakang? Apa yang diambil dari kita dan dibasuh habis? Mungkin akan (perlu waktu yang) panjang, tapi dengan hati kita yang memulai baru kembali, dan tetap tegak dan tak menyerah, dengan kepala kita tegak

You have seen hell and made it back again
How to forget? We can’t forget
The lives that were lost along the way
And then you realize that wherever you go
There you are
Time won’t stop
So we keep moving on

Kamu telah menyaksikan neraka dan membuatnya kembali, bagaimana melupakannya? Kita tak bisa melupakan hidup yang telah jauh hilang. Dan kamu menyadari kemanapun kamu pergi, kamu di sana.. waktu tak akan berhenti, jadi kita yang harus terus berjalan

Yesterday’s night turns to light
Tomorrow’s night returns to light
Oh… Be the light

Malam kemarin menjadi cahaya, malam esok hari menjadi cahaya. Jadilah cahaya..

Always weighing on my shoulder
A time like no other
It all changed on that day
Sadness and so much pain

Anyone can close their eyes
Pretend that nothing is wrong
Open your eyes
And look for light
Oh…

Siapapun bisa menutup matanya, berpura-pura tak ada yang salah. Bukalah matamu dan carilah cahaya..

Terkadang saat badai datang, kita bertanya-tanya. Kesalahan apa yang telah kita lakukan? Namun, badai tak selamanya datang untuk mengambil. Terkadang, ia datang untuk menjernihkan. Hal yang bisa kita lakukan adalah tetap berjalan dan jadilah cahaya.

6. Giants, album Eye of the Storm.

Through silence, yeah, the fun that we knew
I know your mind is looking for our truth
Don’t need reminding, the living proof
So, walk with me and I’ll walk with you

Dalam sunyi, kesenangan yang kita tahu. Aku tahu pikiranmu sedang mencari-cari kebenaran. Tak perlu ingatkan, (apa yang menjadi) bukti nyata. Jadi, berjalan lah di sampingku. Akupun akan berjalan bersama mu.


So, now we’re standing on the edge
Our backs against the wall
A penthouse view on our own two
And now we’re standing tall

Jadi saat ini kita berdiri di ujung, punggung kita menyandar di dinding, pemandangan di depan kita, dan kita berdiri tegap.


We can be giants, giants
We can be giants, giants
’Cause every one of us has always been enough
We can be giants, giants

Kita bisa menjadi besar, lebih besar, karena masing-masing dari kita sudah selalu cukup


The chaos, our kingdom fell
Stole heaven, so we gave ’em hell
In the pieces we found ourselves
So, fight for me, I’ll fight as well

Kehancuran, kerajaan kita jatuh, curi surga dan kita berikan mereka neraka, dalam serpihan, kita temukan diri kita.. Jadi berjuanglah untukku, akupun akan berjuang sekuat tenagaku


So, now we’re standing on the edge
Our backs against the wall
A penthouse view on our own two
And now we’re standing tall

We can be giant, giants..

Terkadang ada masa dimana kita merasa berkecil hati. Kuatkan dirimu, karena aku di sini akan berjuang untukmu. Kita bisa jadi lebih besar, lebih besar untuk mengampuni? Karena kita sudah selalu cukup.

7. Wherever You Are, album Niche Syndrome

I’m telling you
I softly whisper
Tonight, tonight
You are my angel

Kini kukatakan padamu, aku bisikkan pelan, malam ini kau adalah malaikatku

Aishiteru yo
Futari wa hitotsu ni
Tonight, tonight
I just to say…

Aku mencintaimu, berdua kita menjadi satu, malam ini aku hanya ingin mengatakan

Wherever you are, I’ll always make you smile
Wherever you are, I’m always by your side
Whatever you say, kimi wo omou kimochi
I promise you “forever” right now

Dimanapun kamu berada, aku akan selalu membuatmu tersenyum. Dimanapun kau berada, aku akan selalu di sisimu (di pihakmu), apapun yang kau ucapkan, kau akan selalu ada di benakku. Aku berjanji saat ini “itu ( akan) selamanya

I don’t need a reason
I just want you, baby
Alright, alright
Day after day

Aku tak perlu alasan, hanya kau yang ku inginkan, sayang. Ya? Ya. Hari demi hari

Kono saki nagai koto zutto
Douka konna boku to zutto
Shinu made
Stay with me
We carry on…

Mulai sekarang perjalanan akan panjang, kita akan bersama, sampai mati, tetaplah bersamaku

Wherever you are, I’ll always make you smile
Wherever you are, I’m always by your side
Whatever you say, kimi wo omou kimochi
I promise you “forever” right now

Wherever you are, I’ll never make you cry
Wherever you are, I’ll never say goodbye
Whatever you say, kimi wo omou kimochi
I promise you “forever” right now

Bokura ga deatta hi wa futari ni totte ichiban me no kinen no subeki hi da ne
Soshite kyou to iu hi wa futari ni totte niban me no kinen no subeki hi da ne

Hari yang berkesan untukku adalaha hari dimana kita bertemu pertama kali, hari ini akan menjadi hari kedua

Kokoro kara aiseru hito
Kokoro kara itoshii hito
Kono boku no ai no mannaka ni wa
Itsumo kimi ga iru kara

Seseorang yang bisa kucintai dengan sepenuh hati, seseorang yang paling kucintai, cintaku ini adalah intinya, karena kau selalu berada di dalamnya

Wherever you are, I’ll always make you smile
Wherever you are, I’m always by your side
Whatever you say, kimi wo omou kimochi
I promise you “forever” right now

Wherever you are
Wherever you are
Wherever you are

Sebenarnya, lagu ini paling cocok sebagai lagu saat wedding day. Namun, ketika hati kita sedang rapuh, nyanyikanlah lagu ini untuk diri kita sendiri. Dimanapun kamu berada, aku akan selalu berada di sisimu, aku tak akan membuatmu bersedih dan aku akan selalu membuatmu tersenyum. Kita hadapi bersama.

Thank you for the song, Taka, Toru, Ryota and Tomoya. Thank you for saving my soul.

With love

Posted in Fav Lyric, LA LA LA THINGS, mindfulness journey, Self Reflection, To think

We are (not) Beautiful

Om swastyastu, namaste good people

Hai, pembaca setiaku? Apakah telah lama kau tunggu-tunggu sebait dua bait tulisan receh murah meriah dari blog ini?

(netijen: siapa ya? ga kenal tuh. orang kita cuma lewat aja)

Seperti bumi yang berputar sehingga ada malam dan siang, seperti bulan yang menempuh purnama dan berganti bulan mati. Mungkin begitu juga siklus blog saya ini, lebih tepatnya siklus dalam jiwa saya atau mungkin siklus sebagian orang yang sesekali menemukan ‘periode gelap’. Pernah tidak sesekali anda merasa hilang arah? Merasa tenggelam dalam penatnya dunia dan tidak mampu berenang ke permukaan?

Kira-kira mungkin demikian yang juga saya rasakan. Tidak penting apa yang terjadi dan kenapa, saya malas (dan takut) mengumbar segala kenegatifan saya. Hal itu tak ubahnya seperti menyiramkan debu, niat untuk membuang tapi malah diri sendiri yang kena, kena mata bikin mata sepet, kena hidung bikin sesek. Ya nggak?

Terima kasih kepada sahabat pena kesayangan, Mom Evy yang telah menyediakan ‘flaslight’ (cie, bilang aja senter gitu kan) bagi saya setidaknya mengingatkan saya bahwa saya sudah tersesat dan harus segera kembali mencari jalan pulang.

aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang.. aku tenggelam dalam lautan luka dalam~’

(Eaa eaa)

Tersesat dari apa? Huh, netijen tak perlu tahu karena saya perkirakan anda kepo supaya ada bahan untuk nyinyir dan julid kan? (netijen: siapa elo?? *lempar batako)

MONDAY, MUSIC AND MUSE

By the way, selamat hari Senin untuk para budak korporat, budak pendidikan, dan para pejuang mimpi di mana pun kita berada. Hari ini adalah hari favorit kita karena dengan adanya hari Senin kita dibangunkan lagi untuk bersiap menghadapi dunia nyata, membanting tulang menggali bongkah-bongkah emas dan mengarungi kriya demi terwujudnya mimpi-mimpi yang tertunda. Semoga tetap semangat.

(udah kaya narasi radio aja, wkwkw)

Untuk menyemangati diri mari kita budayakan 3M. Memangnya memberantas Demam Berdarah Dengue aja yang perlu 3M? Memberantas rasa malas dan rasa-rasa ga jelas juga perlu strategi 3M, Monday-Music-Muse.

*SFX applause*

Kali ini kita akan mendengarkan lagu dari idola kesayangan saya, Ed Sheeran duet dengan Khalid dalam lagu “Beautiful People”.

https://m.youtube.com/watch?v=mj0XInqZMHY

Dalam video tersebut digambarkan dua orang biasa yang tiba-tiba memasuki dunia para selebritas yang penuh dengan hingar bingar kemewahan, dunia gemerlap, pesta dan segala hal yang konon kalau diposting di IG bakal menuai 10ribu likes.

Saya ingat celetuk anak-anak pasien (ga sengaja denger) yang mempertanyakan ‘kenapa jumlah likes di IGnya belakangan menurun’. Saya tidak ingin mengeneralisir, tapi apakah kini remaja atau anak-anak begitu terobsesi dengan jumlah likes di media sosialnya? Jangankan anak-anak, saya sendiri pun awal-awal bermain IG juga selalu excited kalau dapat banyak likes. Namun, lama tidaknya seseorang bermain media sosial sepertinya tetap tidak akan mampu menghilangkan kecenderungan manusia untuk ‘pamer’. Bukankah wajar? Karena sifat alami ego manusia yang selalu haus akan ‘apresiasi’.

Tak dapat dipungkiri bahwa media sosial memang sudah mampu menyalurkan kebutuhan ego manusia untuk pamer, memberikan corong bagi kita untuk bersuara lebih keras, sampai-sampai kebutuhan julid dan nyinyir juga tersalurkan lewat media sosial. Sisi baiknya, media sosial menjadi alat bagi kita untuk menciptakan branding diri. Lewat media sosial orang-orang jadi tahu, bagaimana keseharian kita, bagaimana karir kita, kehidupan kita.

Namun, akan menjadi toxic ketika kita terlalu mengagungkan ‘citra diri’ demi keindahan sebuah media sosial. Perlahan, karena kita ingin ‘terapresiasi’ seperti orang lain, kita mulai kehilangan jati diri kita. Ada yang sampai dikejar setan kredit demi tampilan foto ‘gaya hidup cantik’ di media sosial. Bahkan mungkin ada yang mengorbankan lebih dari sekedar harta demi memuaskan ego yang sedang kehausan itu. 🙂

“What d’you do and who d’ you know? Inside the world of ‘beautiful people’.

Champagne and rolled up notes, prenups and broken homes.

Surrounded but still alone.

Let’s leave the party.”

Let’s leave that party. We are not that ‘beautiful people’. Just be true to ourselves. We already beautiful, even no one appreciate it. No, your worth isn’t define by other people’s like nor their comments.

This is reminder to my self too.

See you!

with love,