Posted in Friday Free day, LA LA LA THINGS, mindfulness journey, Self Reflection

Be Ready to Count Down

“Instead of counting down the days, make every day count”- anonymous.

Om Swastyastu, Namaste good people.

Caution : ocehan ini akan lama, bagi yang gampang bosan silakan menyiapkan popcorn.😂

Tidak lama lagi tahun 2019 akan berganti ke tahun baru, tahun 2020. Wah, tiap mau tahun baru rasanya degdegan. Ada yang seperti saya? Hehe.

Ada suatu kebiasaan yang sering kita lihat ketika mendekati pergantian tahun. Apa itu? Yak benar! pesta kembang api. Selain itu? Yak benar lagi! makan-makan dan minum air mineral. Tapi yang ingin saya bahas kali ini adalah prosesi menghitung mundur.

Saya kadang bertanya-tanya, kenapa sih harus berhitung mundur? Kenapa tidak hitung satu sampai dua puluh, atau satu sampai seratus? Wkwkwk.

(netijen : kan capek jumilahhh).

Saat saya mencari artinya di Paman Google Dictionary, menghitung mundur dikatakan sebagai sebuah proses menghitung dalam urutan yang terbalik menuju ke angka nol, biasanya hingga detik terakhir sebelum peluncuran roket atau misil.

Jadi, sering kali berhitung mundur digunakan sebagai penanda waktu yang akan berakhir dalam waktu singkat sebelum terjadinya suatu hal yang penting.🤔

Kalau dipikir-pikir, kita semua sedang dalam proses countdown kan ya? Bagi yang baru lulus UAS, count down untuk naik semester. Bagi yang sedang hamil, count down untuk kelahiran bayinya. Kita semua juga sedang count down, count down ke tahun 2020. Bahkan satu hal yang sering kita tidak kita sadari, kita juga sedang count down sisa usia kita. 🙂

Saya jadi teringat dengan quotes sepupu saya yang sudah lama berpulang.

We never know, what will happen tomorrow. So, do the best you can do today.

Kita pasti pernah dihadapkan pada hari terakhir atau hari perpisahan, entahkah hari terakhir study tour, hari terakhir perkemahan atau pun hari perpisahan sekolah, hari perpisahan kantor, dll. Saat hari terakhir itu kita akan berupaya untuk bisa menyapa tiap orang, tersenyum, berterima kasih dan meminta maaf atas kesalahan. 🙂

Ah. Terkadang saya lupa akan hal itu itu, seakan-akan esok hari akan selalu ada. Lalu membiarkan diri kalah dari emosi, egois dan keputusasaan. Hehehe. Maafkan ya. 🙂

Ketika kemudian kita dihadapkan pada kenyataan bahwa waktu yang kita miliki itu terbatas, saat itulah mungkin baru kita sadar bahwa kita sedang count down.

Saat pertama kali mendapat kenyataan tersebut, mungkin dalam hati kita bertanya. Apakah itu hukuman? Tidak. Tuhan Maha Penyayang, jadi Ia tak akan memberi hukuman. Namun, Ia memberi ujian untuk memuliakan jiwa kita. Salah satunya mungkin agar kita belajar tentang keikhlasan. Mungkin, itu juga pertanda bahwa menurut Tuhan kita sudah boleh pulang ke rumahNya, rumah asal kita sebelum mengembara ke bumi dan bermain peran.

“Jadi.. sebelum pulang, apakah kamu sudah mengemasi barang-barangmu? 🙂 ” -Tuhan.

Dan kita tak pernah tahu kapan keretaNya akan datang menjemput. Kita sedang menghitung mundur waktu. 🙂

Ah.. betapa mudahnya merangkai kata ya? Semoga siapapun selalu kuat, tabah dan tetap semangat. Hehe.

With love

Posted in Friday Free day, LA LA LA THINGS, LOVELY DOCTOR'S NOTE

10 Tanda Ini Dialami Orang yang Depresi. Apa Kamu Juga Mengalaminya?

Belakangan ini kita sering dikejutkan dengan pemberitaan artis Korea yang mengakhiri hidupnya di usia yang masih muda. Pemicunya dikabarkan adalah depresi akibat tekanan-tekanan sosial, baik itu tuntutan pekerjaan maupun cyberbullying.

Depresi merupakan salah satu gangguan psikologis yang bisa diderita oleh semua orang. Saat seseorang tidak mampu mengelola stress dan tidak memiliki cukup dukungan dalam melalui masalahnya, orang tersebut dapat jatuh ke kondisi depresi.

Depresi yang dialami seseorang bisa dari ringan sampai berat. Depresi yang berat bila tidak tertangani dengan baik bisa berujung pada percobaan bunuh diri. Amit-amit, jangan sampai ya. Yuk kenali tanda-tanda depresi berikut ini.

1. Merasa sedih sepanjang waktu.

Perasaan sedih bisa saja sesekali hinggap dalam keseharian. Melihat kucing yang dianiaya anjing bisa membuat kita sedih sesaat. Orang yang sedang depresi hampir setiap saat merasa murung dan sedih bahkan terhadap hal-hal kecil. Jika rasa sedihmu berlangsung lama sampai mingguan atau bulanan, segera cari bantuan ya.

2. Kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai.

Bila sebelumnya memiliki hobi bermain PUBG kemudian kehilangan minat untuk memainkannya bahkan saat memainkannya pun tidak merasa senang seperti biasa, patut diwaspadai, jangan-jangan ada gejala depresi lainnya.

3. Mudah merasa lelah.

Sudah tidur 8 jam, aktivitas juga tidak terlalu banyak tetapi badan dan pikiran selalu saja merasa lelah dan rasanya tidak berenergi.

4. Konsentrasi berkurang.

Sering kehilangan konsentrasi, seperti saat menuangkan air di gelas tidak sadar sampai airnya kepenuhan.

5. Kehilangan self esteem.

Biasanya merasa oke saat selfie, tetapi saat depresi bahkan untuk melihat diri di cermin saja rasanya sungguh memalukan.

6. Merasa bersalah dan tidak berguna.

Hal-hal kecil terasa terjadi kesalahan kita, bahkan hari ini mentari tak bersinar juga karena kesalahan kita.

7. Kesulitan tidur.

Biasanya ngantuk dan bisa tidur dengan pulas, tetapi belakangan sudah memejamkan mata berjam-jam masih juga terjaga.

8. Nafsu makan menurun bahkan tidak ada nafsu makan.

Jangankan nasi Padang, Pizza, bahkan Boba pun di depan mata tak lagi menggugah selera.

9. Pesimis terhadap masa depan.

Beberapa orang mungkin memiliki sifat pesimis, namun bila sikap pesimis anda juga dibarengi gejala-gejala sebelumnya ada kemungkinan Anda mengalami depresi.

10. Memiliki ide untuk mencederai diri sendiri.

Bila hidup seperti sudah tak ada gunanya dan timbul pikiran atau keinginan untuk mencederai diri atau mengakhiri hidup, jangan!

Segera cari pertolongan ke orang yang dipercaya atau hubungi tenaga kesehatan yang kompeten seperti psikolog atau psikiater bila Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas.

Jika permasalahan hidup rasanya terlampau berat, tidak apa-apa. Semua itu bukan salahmu. Tenangkan hati, yang Kau takutkan tak kan terjadi. (Kunto Aji, dalam lagu ‘Rehat’).