Posted in Fav Lyric, LA LA LA THINGS, mindfulness journey, Self Reflection

Sumurku yang (hampir saja) Mengering

Good day, good people

Suatu hari saya pernah dihadapkan pada pernyataan, “Pikirkanlah sendiri kenapa orang lain bersikap seperti itu ke kamu. Tanyakan pada dirimu sendiri ‘aku kenapa sehingga orang lain seperti ini padaku’.”

Saya pun bertanya-tanya, saya kenapa? Apakah ada yang salah dengan diri saya? Apakah saya telah membuat kesalahan?

Mungkin itu hal yang paling sulit, mencari kesalahan apa yang telah kita perbuat di saat kita merasa tidak pernah dengan sengaja menyakiti orang lain. Di saat kita telah berusaha yang terbaik dengan sekuat tenaga.

Tidak ada asap, tanpa ada api. Bolehkah saya membalikkan pertanyaan itu, ‘kenapa saya bisa seperti itu pada anda, apakah ada sesuatu yang anda lakukan sehingga orang lain/saya demikian terhadap anda?’

Jika kita mau melihat ke dalam, kekecewaan datang sebenarnya bukan karena orang lain, tetapi karena ekspektasi kita sendiri. Seringkali kita memberi, sadar atau tidak sadar, dengan harapan layaknya investasi. Berbuat baik tanpa sadar kelak akan ditimbal balik dengan kebaikan ‘seperti yang kita harapkan’. Jadi ketika hal yang terjadi tak sesuai ekspektasi, kita akan beranggapan bahwa orang tidak tahu berterima kasih.

Terlambat kita sadari, hidup bukanlah perihal mengambil yang kita tebar. Bukan hanya sebuah tabungan yang kita setorkan untuk kelak bisa kita tarik. Mungkin, hidup adalah sebuah hutang yang perlu kita bayar sepeser demi sepeser hingga lunas.

Bisakah kita tetap memberi walau tak suci?

Bisakah kita terus mengobati walau membiru?

Cukup besar untuk mengampuni? Cukup besar untuk mengasihi? Tanpa memperhitungkan masa yang lalu?

Walau kering bisakah kita tetap membasuh?

Sumurku mungkin mengering, tapi aku tahu akan terisi kembali. Karena aku menemukan makna hidupku di sini.

Semoga damai dimanapun kita berada. Bersama-sama sedikit demi sedikit untuk lebih ikhlas dari waktu ke waktu. Melapangkan hati untuk lebih lebar dari hari ke hari. Menjadi sumur yang lebih besar, yang lebih dalam, yang walaupun mulai mengering tapi tetap membasuh.

Terima kasih untuk lagu “Membasuh” dari Hindia feat Rara Sekar. Lagu yang begitu mendamaikan hati, membasuh hati.

Author:

Cogito Ergo Sum, que sera sera.

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s