Smile Because It’s Happen

Dear Good People, senang sekali ya bisa kembali lagi ke sini setelah sekian purnama terlewati. Bahkan, saat mau log in kesini saya lupa password akun WP πŸ˜₯. Hampir saja buat blog baru.

Saat ini saya sudah kembali ke kampung halaman saya, Bali. Kira-kira sudah 7 bulan yang lalu saya meninggalkan tanah Maumere Manise. Alasannya?

Karena sesuatu dan lain hal yang akan saya ceritakan secara detail dan seksama dalam tempo yang lumayan lama (nggak mau singkat-singkat, kan bukan proklamasi🀣). Ada sedikit flashback dari 2017 sebelum kita resmi beranjak dari 2018. 😊

The Sign is Here!

Hari itu di Bulan November ceria tahun 2017 lalu, saya mendapat firasat untuk segera mengambil sebuah alat yang saya sembunyikan di kotak rahasia. Alat itu pernah mem-PHP saya, sesekali membuat perih sel-sel hati, seperih mata yang kena cipratan kuah indomi. Tadinya alat itu mau saya buang atau kubur dalam bersama kenangan (eh), tetapi saya urung melakukannya karena saya pikir masih memerlukan alat itu untuk praktek sehari-hari di Puskesmas. Lagian masih baru, sayang kan dibuang, hehe.

Back to the topic. Jadi pagi itu saya baru telat satu hari dari tanggal biasanya datang bulan. Tetapi, entah kenapa timbul keinginan kuat buat ngecek. Saya dagdigdug melihat bagaimana serapan urin di test strip itu bergerak ke atas. Timbul satu garis merah.. eh muncul lagi garis merah. Garisnya dua? Antara percaya ngga percaya saya ambil strip yang lain dan hasilnya sama. Sampai-sampai ada 4 test strip yang saya habiskan karena masih ngga percaya. Ini benar?

Inilah alat itu πŸ˜‚

Saya mengirimkan foto hasil tes itu ke Husbae (yang saat itu sedang di luar kota). “Ini bener kan?” Saya tanya. “Menurutmu?” Eh, malah ditanya balik sama doi 😢.

Tentu saja, tentu saja benar!

Tiba-tiba hati rasanya Nano-nano. Senang, haru, excited, cemas, gembira..uh, campur aduk pokoknya. Namun, yang jelas ada perasaan bahagia yang begitu dalam menyeruak dalam dada. Bahagia karena penantian dan doa-doa kami akhirnya dijawab yang Kuasa. 😊

Pregnancy Story- Trimester 1

Minggu-minggu pertama setelah menyandang gelar baru sebagai ibu hamil muda (ehem) saya masih bertugas di Puskesmas. Rasanya masih biasa, aman dan tenteram. Sampai suatu pagi saat hendak bangun tidur, tiba-tiba kepala terasa berat dan seperti baru habis berputar-putar 360 derajat berkali-kali. Perut juga rasanya penuh, enek. Mual dan muntah, udah kaya mabuk perjalanan Maumere-Ende. 😡 Makanan cuma lewat esofagus sesaat eh udah mau keluar lagi. Tidak sampai di situ, mualnya juga ngga nanggung-nanggung. Nyium bau bawang, bau minyak goreng, bau telur, langsung kambuh. Pokoknya tersiksa banget tiap masuk dapur sama kamar mandi. Sabun-sabun cair diganti jadi sabun batangan dan pasta gigi pepso* diganti jadi ko**mo rasa strawberry karena tiap gosok gigi juga muntah. Wkwkw.

Syukurlah ada bantuan dari Ibu mertua yang datang jauh-jauh dari Bali ke Maumere untuk mengurus kami. Cukup lama Beliau tinggal di mess kami, supaya anak, cucu dan menantu sehat dan gizi terpenuhi. Namun, karena ada upacara nikahan kerabat, Beliau harus pulang. Kemudian ganti ibu dan aji yang yang berkunjung, namun juga mesti pulang karena pekerjaan mereka. Akhirnya Husbae yang ganti menjadi chef dadakan. Ternyata doi punya bakat terpendam ya. Hahaha.

Karena Husbae juga sibuk dan terkadang malam baru pulang, akhirnya Husbae membelikan saya makanan. Tak banyak makanan yang bisa masuk ke perut selain plecing kangkung. Bahkan, capcay (makanan favorit saya) juga ditolak sama debayi.😫 Inget banget pas Husbae mesti pergi ke Ende, bela-belain ke Magepanda dulu bawain plecing kangkung supaya istri dan anaknya tidak kelaparan.

Oia, selain plecing kangkung, saya juga ngidam sayur jempen, sawo (sayur dan buah yang cuma ada di Bali), roti tawar dan mie instan. Wkwk. Ternyata eh ternyata itu adalah makanan kesukaannya Husbae. Nak, nak..dari janin kamu sudah mirip Papa ya πŸ˜….

Beberapa kali kondisi saya sempat drop karena Hiperemesis gravidarum. Sekian kali itu juga saya ijin dari tugas saya di puskesmas. Setelah berpikir berulang kali, saya memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak saya di puskesmas. Saya tidak berani ambil resiko. Pekerjaan bisa dicari lagi nanti, yang utama adalah kesehatan bayi kami. Kami kemudian pindah tinggal di mess Maumere.

Pregnancy Story- Trimester 2

Selama di Maumere, saya kembali menjadi ibu rumah tangga. Kadang hanya membantu tetangga atau teman kantor Husbae yang sakit. Selama di sini saya sudah mendapat istirahat yang cukup, makan teratur sehingga kondisi saya mulai membaik (dan berat badan juga nambah πŸ˜…). Memasuki bulan kelima usia kehamilan, mual muntah masih ada tapi sudah jauh berkurang. Husbae juga mulai bertambah lagi tugasnya: mengantar saya jalan-jalan. Dan, si kecil di dalam perut sudah lebih sering nendang sana-sini. Terkadang Husbae juga mengajak kami ikut ke Kupang, kasian katanya kalau istri lagi hamil sendirian di rumah. Fufufu.

Setiap bulan saya memeriksakan kandungan saya di dr. Chris, Sp.OG (sekalian nyari surat ijin layak terbang). Beliau adalah chief residen saat dulu saya masih coass. Beliau masih tetap ramah dan teliti, tak heran pasiennya banyak yang antre. Hehe.

Setiap periksa dan melihat perkembangan si baby, kami merasa jadi lebih dekat dengan anak kami. Saya takjub. Ini ya keajaiban Tuhan? Dari yang awalnya berbentuk kantong kecil, sedikit demi sedikit berkembang menjadi bayi kecil kesayangan kami.

Umur kehamilan yang bertambah membuat kami mulai bersiap-siap untuk segala proses kelahiran si kecil. Hal pertama yang menjadi pikiran saat itu, mau melahirkan di mana? Bali atau Maumere? Setelah banyak pertimbangan, kami memutuskan untuk melahirkan di Bali. Kami pun terbang ke Bali.

-berlanjut di post berikutnya-.

Advertisements

2 thoughts on “Smile Because It’s Happen

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s