Resensi Buku #1

Om swastyastu, good day good people

Akhirnya, setelah wisuda saya memiliki cukup waktu untuk menunaikan hasrat membaca buku. Mendapatkan libur usai bertugas, destinasi liburan seorang wanita yang kutu buku ya kemana lagi selain toko buku. Meskipun menurut sebagian orang tidak menarik, tetapi saya tidak terlalu memusingkan itu. Seseorang pernah berkata kepada saya “Kebahagian adalah apa yang kita rasakan di dalam bukan apa yang orang lain katakan”. Karena pada prinsipnya, setiap orang hanya ingin bahagia.

Rasanya tidak lengkap jika saya tidak berbagi (bu)kudapan yang saya gerogoti dalam satu minggu ini. Mungkin saja anda tertarik untuk membeli dan melahapnya juga.

1. JAS PUTIH TAPI HITAM karangan Reqgi First Trasia

2015-06-18 08.41.57

Saya merasa cukup bangga karena bisa menuliskan resensi tentang novel ini. Bangga terlebih karena novel ini adalah buah karya teman satu angkatan saya, Reqgi First Trasia. Pada novel ini tokoh utamanya adalah Refisa, dengan penokohan orang pertama pelaku utama, Refisa memaparkan sendiri perjalanan hidupnya- lebih tepatnya perjuangan meraih cita-cita. Perjuangan untuk menjadi seorang yang dalam profesinya kerap kali mengenakan jas putih. Ok, banyak yang menggunakan jas putih seperti analis, ilmuwan dan pengantin pria pun bisa. Namun, ada satu profesi yang juga dikenal dengan jas putih: dokter.

Refisa dalam novel ini adalah sosok yang tangguh. Keterbatasan tak pernah jadi alasan yang akan menghalangi, justru malah membuat manusia semakin kuat. Disini Refisa menceritakan sendiri pahitnya masa-masa yang ia hadapi dari masih kecil hingga ketika ia hampir selangkah saja dari mimpi. Namun, Tuhan memang tidak memberikan cobaan di luar kemampuan umatnya. Bahkan bila memang ada cobaan, Tuhan pasti akan memberikan jalan dan bantuan: dimanapun, kapanpun dan dari siapapun.

Saat membaca novel ini, begitu jelas terasa curahan hati seorang Refisa, jeritan hati yang melayangkan protes dan kritik. Beberapa bagian terasa letupan emosi, yang apakah memang karena kepiawaian dalam pemilihan diksi atau kah memang berasal dari lubuk hati si penulis. Ah, disanalah seni seorang penulis. Beberapa ungkapan yang diperoleh dari novel-novel besar, tampak disini mempermanis sebuah jalan kehidupan sekaligus peredam dari emosi.

Novel ini bagus tapi ada satu hal yang membuat saya harus berhati-hati dalam membiarkan diri saya larut dalam perasaan : isu diskriminasi. Diskriminasi merupakan salah satu sisi lain yang cukup menimbulkan konflik dalam cerita ini, malah rasanya hampir setiap bab terdapat isu ini. Mungkin karena saya bertempat tinggal dimana setting novel ini terjadi, ada hati saya yang terenyuh saat membaca isu diskriminasi yang diangkat disini. Ah, bila anda membaca novel ini, ingatlah bahwa

a. “tidak ada orang yang 100% baik atau 100% buruk”

b. “semua agama mengajarkan kebaikan, namun hanya orang-orang yang masih belum mampu memahami itulah yang kemudian membeda-bedakan agama”

c. “meskipun di dunia terdapat orang-orang yang bersikap buruk, namun Tuhan masih menciptakan orang-orang dengan sikap yang baik, hangat, mencintai, menghormati dan menghargai”

Bacalah novel ini, dan ambilah nilai-nilai yang baik. Pesan terakhir: Jangan sampai satu titik noda hitam mengaburkan pandangan kita akan kanvas putih yang lebih luas 🙂

Advertisements

5 thoughts on “Resensi Buku #1

  1. Kayaknya isu diskriminasinya menyangkut agama ya di sini Mbok? Menarik, soalnya tema ini belum banyak penulis yang menggarapnya. Diskriminasi itu agak sensitif tapi kita mesti mengakui kalau hal itu masih ada, jadi mesti diselesaikan supaya tidak menyakiti hati banyak orang :hehe.
    Keren Mbok, temannya sudah bisa menerbitkan novel, apa novel ini bisa kita dapat di toko-toko buku?

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s