BALI SEDANG KRISIS VAR, HATI-HATI RABIES!

OM Swastyastu, good day good people

Belakangan ini teman-teman saya di grup ramai menanyakan di mana tempat pelayanan kesehatan yang masih memiliki VAR (Vaksin Anti Rabies). Lho, memangnya di rumah sakit-rumah sakit tidak ada?

Saat ini Bali memang dinyatakan sedang krisis VAR. Seperti yang dijelaskan oleh Kepala DinKes Provinsi Bali dalam Antaranews, disebutkan bahwa VAR yang tersisa tinggal 9000 vial. Hal ini tidak sebanding dengan kasus gigitan hewan yang dicurigai rabies yang berjumlah 120 gigitan per hari. Sementara, per orang memerlukan 4 vial. Wah, kalau setiap kasus gigitan mendapatkan VAR, VAR kemungkinan akan habis hanya dalam 20 hari. Sehingga pemberian VAR dibatasi hanya untuk kasus-kasus gigitan yang memang berindikasi besar terinfeksi Rabies.

Menyikapi kelangkaan ini, tentunya kita harus mengadakan upaya pencegahan terhadap rabies.

KENALI RABIES

Rabies merupakan penyakit zoonosis yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari golongan Lyssavirus keluarga Rhabdovirade. Virus ini ditularkan melalui saliva (ludah) hewan yang terjangkit rabies baik secara gigitan maupun mengenai langsung pada mukosa (jaringan tanpa epitel) atau bagian tubuh yang terluka. Virus ini tidak dapat masuk melalui kulit yang intak.

Virus akan menuju sel saraf di otak untuk kemudian bereplikasi (berkembang) sehingga timbul gejala. Gejala dapat berupa gejala klasik ensefalitis dan paralisis. Pada tahap awal, gejala yang ditunjukkan berupa demam, sakit kepala dan lemas. Seiring perjalanan penyakit, gejala bertambah berat diantaranya insomnia (sulit tidur), kecemasan, halusinasi, hipersalivasi, agitasi dan hidrofobia (takut air). Penderita yang terinfeksi rabies akan mengalami kematian dalam beberapa hari setelah terjangkit rabies.

Mortalitas (angka kematian) akibat rabies adalah 100%. Ini berarti begitu seseorang terdiagnosis pasti terjangkit rabies, penderita rabies kemungkinan besar tidak memiliki harapan hidup. Namun demikian, penyakit ini juga 100% vaccine-preventable disesase dimana penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin anti rabies sebelum virus rabies sampai ke otak.

PENCEGAHAN RABIES

Strategi dalam pencegahan rabies difokuskan pada pencegahan rabies pada binatang dan pencegahan rabies pada manusia.

Pencegahan rabies pada binatang dilakukan dengan pemberian vaksin rabies kepada binatang yang dapat terjangkit rabies. Perlu diingat bahwa binatang-binatang yang dapat menularkan rabies diantaranya anjing, kucing, kelelawar dan hewan-hewan mamalia liar lainnya. Begitu banyak binatang yang bisa terjangkit rabies, tentu vaksinasi hanya dilakukan pada hewan yang lebih sering berinteraksi dengan manusia yaitu anjing dan kucing.

Anjing atau kucing yang terjangkit rabies biasanya berperilaku tidak biasa. beberapa menunjukkan perilaku yang lebih agresif (menyerang siapa saja), hipersalivasi, takut pada cahaya dan takut pada air.

Beberapa instansi juga melakukan eliminasi terhadap hewan yang dicurigai rabies. Di tempat saya eliminasi dilakukan terhadap semua anjing liar. Cukup sedih ya, karena tidak semua anjing tersebut pasti rabies, meskipun beresiko.

Pencegahan pada manusia dilakukan dengan vaksinasi. Terdapat dua jenis vaksin, yaitu vaksin yang diberikan sebelum terjadi paparan dan vaksin yang diberikan sesudah paparan. VAR yang sering kita lihat diberikan setelah gigitan adalah vaksin setelah paparan. VAR setelah paparan ini sama efektif dengan VAR sebelum paparan apabila diberikan dalam waktu segera dan disertai penanganan medis yang tepat.

PENANGANAN AWAL 

Begitu anda tergigit anjing atau kucing atau hewan mamalia liar sebaiknya segera cuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun lalu segera hubungi pelayanan kesehatan terdekat.

Referensi:

WHO : http://www.who.int/rabies/en/

CDC : http://www.cdc.gov/rabies/prevention/index.html

with love,

Advertisements

6 thoughts on “BALI SEDANG KRISIS VAR, HATI-HATI RABIES!

  1. Agak menyeramkan juga ya Mbok, habisnya secara di Bali kan banyak banget anjingnya, ya. Doh mesti lebih hati-hati nih kalau ketemu anjing liar, yah minimal kitanya menjauh dari kumpulan anjing yang sedang berkumpul, kita tidak tahu apa ada di antara anjing-anjing itu yang mengidap rabies (aslinya saya juga takut sih sama hewan satu itu :hehe). Sangat mengkhawatirkan, dan kita mesti hati-hati. Terima kasih sudah mengingatkan!

    1. Sama-sama Bli. Yah, rabies memang termasuk penyakit yang menyeramkan karena bisa berakibat pada kematian. Memang kita patut waspada bila melihat anjing liar, tapi juga harus waspada pada anjing rumahan atau kucing peliharaan (bahkan tikus) apabila menunjukkan gejala-gejala rabies.

        1. Semua mamalia Bli Gar. Beberapa waktu lalu bahkan saya dapat berita dari teman anjing rabies menggigit sapi dan sapinya mulai bertingkah tak wajar dan menunjukkan gejala terjangkit rabies.

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s