5 HAL YANG DAPAT MENURUNKAN KONSENTRASI

Om Swastyastu,

Dear sahabat, apakah anda pernah merasa kurang konsentrasi? Sering kali kita tidak menyadari konsentrasi kita menurun sampai akhirnya kita melakukan sesuatu yang awkward. Anda mungkin pernah melihat iklan salah satu merek air minum kemasan yang belakangan ini gencar mengajak konsumen untuk minum air demi menijaga konsentrasi. Favorit saya adalah iklan dimana ada dua gadis yang bersahabat datang ke konser Sandy Sandoro.

A : Mau A*ua?

B : Entar aja..

Lalu si B segera berlari menghampiri pria berkemeja biru, “Sandy, selfie bareng yuk”.

Seolah efek dalam film horor yang kameranya didekatkan berkali-kali, saat si B selfie dengan pria berkemeja biru, di saat yang sama ia melihat si A selfie dengan Sandy. Lalu si B selfie dengan siapa?

Iklan tersebut kemudian diakhiri dengan semboyan “kurang minum dapat menurunkan konsentrasi”

Semboyan itu ternyata memiliki efek persuatif yang cukup sukses sehingga beberapa teman saya menggunakannya sebagai joke bila kami mulai bertindak lemot. Bahkan berkat iklan tersebut, saya selalu tak lupa untuk bawa air minum kemana pun saya pergi.

Namun, apakah kurang minum saja yang dapat menurunkan konsentrasi?

Berbicara tentang konsentrasi maka hal tersebut mengacu pada fungsi kerja otak. Sehingga, untuk mencegah penurunan konsentrasi, kita perlu menjaga performa otak kita agar selalu dalam kondisi yang sehat dan prima. Beberapa hal yang dapat menurunkan kinerja otak adalah sebagai berikut:

1. Kurang Oksigen atau Hipoksia

Oksigen merupakan hal yang paling vital bagi otak. Bila otak tidak mendapatkan oksigen dalam waktu 6 menit saja akan beresiko terhadap kerusakan otak yang permanen. Hal ini terutama beresiko pada orang-orang yang mengalami henti jantung sehingga suplai oksigen ke otak akan menurun bahkan terhenti.

Pada tahap yang ringan, apabila kita mulai kekurangan oksigen, kita akan merasa mengantuk. Jika kekurangan oksigen semakin besar, dapat menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran atau pingsan bahkan kematian.

2. Kurang Glukosa atau Hipoglikemia

Hipoglikemia berarti menurunnya kadar gula di dalam darah (tubuh) sehingga otak pun juga dapat terkena dampaknya. Otak terdiri atas sel-sel saraf yang aktif bekerja dan setiap saat membutuhkan glukosa.  Pada orang yang mengalami hipoglikemia berat, seseorang bisa kehilangan kesadaran. Hipoglikemia ringan tidak menyebabkan kehilangan kesadaran, tetapi tentu kita tidak bisa berpikir jernih bila sedang lapar bukan?

3. Kurang Cairan atau Dehidrasi

Air merupakan zat pengatur dalam tubuh. Oksigen yang diperlukan tubuh selain berasal dari udara yang kita hirup, juga berasal dari pemecahan H2O. Seperti yang kita ketahui, sekitar 70% komposisi tubuh kita adalah cairan. Sehingga kekurangan cairan dapat menganggu fungsi tubuh. Dehidrasi berat juga dapat berakibat pada penurunan kesadaran bahkan kematian.

4. Kurang Tidur

Istirahat merupakan hal penting yang diperlukan oleh tubuh terutama otak kita. Meskipun selama tidur otak masih tetap bekerja, namun tidur memberi kesempatan bagi otak untuk menyusun kembali memori-memori. Tidur yang cukup akan membuat badan dan otak terasa lebih segar.

5. Stress

Stress fisik (sakit atau kelelahan) maupun stress psikologis akan dapat mengganggu kinerja otak. Seseorang yang mengalami stress fisik tentu tidak mampu bekerja secara baik. Bayangkan saja, dalam kondisi seperti sakit kepala atau flu saja kita bisa merasa susah berkonsentrasi.

Pada orang dengan stress psikologis atau banyak pikiran cenderung sulit berkonsentrasi karena pikirannya terpecah. Inilah mengapa orang-orang kelihatannya dalam kondisi tubuh prima dapat mengalami kesalahan dalam bekerja, mungkin saja ada hal lain yang mengganggu pikirannya sehingga tidak dapat berkonsentrasi.

————————————————————————————————

So dear Good People, apakah anda sudah cukup oksigen, minum, makan, istirahat dan berbahagia hari ini?

Jangan hanya berbekal air minum saja!

with love,

Advertisements

9 thoughts on “5 HAL YANG DAPAT MENURUNKAN KONSENTRASI

    1. Hahaha, iya ya.. entah dimana settingnya salah nih ^^. Kalau jumlah jam tidur normal berbeda-beda tergantung usia. Bayi atau anak bisa sampai 10 jam, kalau orang dewasa 6-8 jam. Namun, ini bervariasi juga. Ada yang tipe long time sleeper dan short time sleeper. Anyway, thanks ya likenya :))

  1. Posting ini bagus banget, aku baru tahu kalau kurang gula bisa juga hilang konsentrasi..ini yang ada kebanyakan gula mulu, makan dessert enak terus, tapi kebanyakan gula juga pasti gak sehat ya,.

    1. Haha iya Mba..everything too much isn’t good 😀 ini kurang gula kalau kadarnya dalam darah turun sampe dibawah 45 mg/dL hehe..ditandai dengan keringat dingin, lemas dan pucat. Makasi ya Mba Indah 😀 love

  2. Kurang motivasi hidup juga sepertinya bisa mempengaruhi konsentrasi ka 🙂
    Pandangan kosong, pikirannya entah kemana 😀

    Oiya ada yang menyatakan, jika sedang stress sebaiknya jangan dipaksakan untuk berpikir hal-hal yang berat, katanya itu akan membunuh neuron-neuron yang ada di otak 🙂

    Oiya Salam Kenal 🙂

    1. Wah, setuju Bli. Bisa juga itu. Hidup memang harus ada motivasi biar selalu semangat. Memang Bli, kalau stress sebaiknya istirahat saja. Siip.. salam kenal Bli, tambah saudara dari Bali nih. 😀

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s