“Autism to me is not ‘wrong’, not ‘subhuman’ ” -Beth Silver

Screen-Shot-2013-10-14-at-9.31.36-PM
visit : http://www.achildwithneeds.com

 

Kita tentu pernah mendengar kata “autis”. Belakangan ini istilah autis sering disalahgunakan, terutama semenjak menjamurnya gadget. Orang yang punya kebiasaan nangkring di depan gadget tanpa memperhatikan lingkungan sekitar seringkali dianggap autis. Bahkan saya pun sesekali pernah dikatakan autis hanya karena saya begitu asyiknya membaca atau main game. Namun, bagaimanakah sebenarnya autis tersebut?

Autis atau Austistik?

Autis berasal dari bahasa Yunani yang berarti autos atau sendiri. Istilah autis atau lebih tepatnya ‘autistik’ pernah digunakan oleh Bleuler untuk mendefinisikan salah satu sikap yang ditunjukkan penderita skizoprenia yaitu sikap penarikan diri dari lingkungan sekitar. Sementara, ‘autis’ atau lebih sering disebut autism spectrum disorder (ASD) merupakan salah satu dari gangguan perkembangan pervasif. Gangguan perkembangan pervasif  atau Pervasive Developmental Disorder (PDD) ditandai dengan kelainan yang sifatnya kualitatif yang mencakup interaksi sosial, minat dan aktivitas yang terbatas dan ciri khas stereotipik (berulang-ulang).

Autism Spectrum Disorder 

Autis merupakan gangguan pada otak yang membuat seseorang mengalami hambatan dalam berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Mengapa disebut spektrum? Karena gangguan perkembangan ini memiliki gejala yang bervariasi. ASD dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk yaitu Gangguan Autistik, Sindrom Rett, Gangguan Disintegratif Masa Kanak Lainnya, Sindrom Asperger dan PDD yang tidak tergolongkan. Masing-masing bentuk gangguan tersebut memiliki ciri khas dan onset yang berbeda meskipun dalam satu kelompok gangguan perkembangan pervasif. Secara mudahnya, apabila terdapat gangguan dalam berinteraksi sosial yang sifatnya timbal balik, komunikasi, keterbatasan minat dan aktivitas serta perilaku stereotipik dimasukkan sebagai ASD.

Bagaimana Seseorang dapat Mengalami Autis?

Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti dari autis. Namun diperkirakan adanya keterkaitan genetik yang mendasari terjadinya autis. Penggunaan asam valproat dan talidomid saat kehamilan dikatakan meningkatkan resiko terjadinya autis pada anak.

Kenali Gejala Awal Autis

Gangguan autis pertama kali terlihat pada masa anak-anak. Gejala autis pada anak-anak muncul sebelum usia 3 tahun yang ditandai dengan kelainan dalam interaksi sosial, komunikasi dan perilaku yang terbatas dan berulang.

Ketika anak-anak berusia sampai 2 tahun, perkembangannya masih bisa terlihat normal. Namun, seiring perkembangan anak dengan autis akan mengalami beberapa hambatan dan keterlambatan dalam bicara, menghindari kontak mata dan sentuhan fisik, melakukan gerakan yang berulang-ulang dan mengulang kata. Namun, perlu diperhatikan bahwa anak tanpa ASD juga bisa memiliki perilaku seperti itu. Penegakan diagnosis ASD sendiri menggunakan beberapa kriteria diagnosis yang baku, sehingga anda perlu memeriksakan anak ke dokter psikiater (spesialis kejiwaan) atau spesialis anak begitu curiga ada gejala autis pada anak.

Hal yang terpenting adalah orang tua harus selalu mengetahui bagaimana perkembangan anaknya. Penting untuk mengetahui milestones perkembangan anak misalnya umur 9-12 bulan anak dapat mengucap 1 – 2 kata, bisa menirukan suara. Umur 12 – 18 bulan anak dapat mengucapkan sampai 10 kata. Umur 18 – 24 bulan anak dapat menyusun frasa kata contohnya ‘mama makan’. Orang tua juga sebaiknya segera memeriksakan anak ke dokter apabila curiga terdapat keterlambatan perkembangan karena semakin awal suatu gangguan diketahui akan lebih mudah ditangani dan dapat menghasilkan prognosis yang lebih baik.

Apakah autis dapat diobati?

Penggunaan obat hanya dilakukan apabila terdapat gejala yang berat. Tidak terdapat penggunaan obat yang spesifik untuk menangani autis. Namun, bukan berarti autis tidak dapat ditangani. Perbedaan dalam manifestasi gejala, derajat dan keparahan akan menentukan intervensi yang tepat untuk seorang dengan autis. Sehingga, terapi untuk tiap-tiap individu dengan autis dapat berbeda satu sama lain.

Faktanya:

Meskipun gejala-gejala yang saya sebutkan sebelumnya dapat sebagai penanda awal untuk mengenali autis perlu diketahui bahwa beberapa individu dengan autis juga dapat melakukan kontak mata, tertawa, menunjukkan perasaan dan emosi seperti halnya individu tanpa autis. Banyak individu dengan autis bahkan memiliki kemampuan berkonsentrasi yang lebih terhadap detail. Hal tersebut jika terarahkan dengan baik dan tepat akan menghasilkan kemampuan yang lebih dibandingkan individu tanpa autis. Individu dengan autis bahkan cenderung lebih jujur sehingga akan mampu menyampaikan sesuatu hal secara terbuka dan akurat.

Oleh karena itu, kita tidak sepantasnya memandang individu dengan autis secara sebelah mata karena mereka bahkan bisa lebih dari kita yang menyebut diri ‘normal’. Tiap-tiap individu memiliki perbedaan dan sudah seharusnya kita saling menghargai dan menghormati perbedaan tersebut.

for World Autism Awareness Day April 2nd 2015

-Light It Up Blue-

with love, cahyanidwy.

Ref:

1. http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2013/10/27/sejarah-autisme-605198.html

2. Maslim R. Gangguan Perkembangan Pervasif dalam Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa. FK Unika Atma Jaya. Jakarta:2001.

3. http://www.webmd.com/brain/autism/autism-spectrum-disorders

4. http://www.autism.org.uk/About-autism

5. https://www.autismspeaks.org/liub

Advertisements

10 thoughts on ““Autism to me is not ‘wrong’, not ‘subhuman’ ” -Beth Silver

  1. Orang pasti punya perbedaan antara satu dengan yang lainnya ya Mbok. Jadi menambah pengetahuan nih soal autisme. Terima kasih ya. Sudah saatnya kita tidak memandang autis sebagai keterbelakangan mental, namun hanya cara belajar yang sedikit berbeda dengan orang kebanyakan. Dan saya setuju, tidak ada yang salah dengan itu.

  2. I loved the quote and it is so true. We all need to see the good in everyone and appreciate diversity in all it’s kaleidoscope beauty because we really don’t want everyone to be the same.

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s