Welcome.. Blessed November :)

Okaeri..

selama anda membaca, saya berharap jiwa anda merasa tenang dengan mendengarkan dentingan piano ini..

Ternyata sudah hampir sebulan lamanya saya tak berkunjung ke rumah kecil saya ini. Akhirnya, setelah menyelesaikan ujian psikiatri (yang baru saja berlangsung) saya bisa kembali kesini dan menulis dengan bahagia 🙂 Sebelumnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada penguji saya yang baik dan membimbing, kepada seluruh staf psikiatri, kepada seluruh dokter residen yang baik hati, selalu ramah (dan juga humoris) dan tak kenal lelah menentir para ‘dik’ DM, teman-teman seperjuangan dan pasien, guru besar bagi seorang dokter. Hah, terima kasih 🙂

Oktober telah lewat 4 hari yang lalu. Just, follow up, saya masih memiliki hutang tulisan tentang tulisan yang menyangkut gangguan jiwa dan beberapa tulisan yang ‘momental’ (semacam neologisme, perbendaharaan kata saya yang baru. Maksudnya tulisan yang bersifat ‘moment’). Selama bulan Oktober kemarin ada banyak hari penting seperti Hari Kesehatan Jiwa (10 Oktober), Pelantikan Presiden yang baru (22 Oktober), hari Dokter (24 Oktober) dan Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober). Ada banyak isi pikiran yang ingin saya opinikan mengenai event-event tersebut. Namun, kesibukan yang disertai kelelahan jiwa dan raga akhirnya hanya membuat saya memfokuskan diri pada tugas dan ujian. (baca:preokupasi tugas dan ujian). Mungkin, beberapa hari ke depan saya memiliki kelonggaran waktu sehingga bisa melunasi hutang-hutang tulisan itu 🙂 -yang sebenarnya, menepati janji kepada diri saya sendiri untuk terus menulis-

Follow up yang kedua, rambut. Oktober saya berencana memotong rambut, tetapi niat itu saya urungkan. Mungkin sebelumnya saya ‘stress’ sehingga merasa dengan potong rambut saya berharap bisa lebih fresh. Waktu itu saya melihat wanita berambut panjang sudah sangat mainstream dan stereotip, jadi ingin berambut pendek hanya agar tampil beda. Jujur, waktu itu saya dalam fase ‘rebelion’ yang ingin memberontak.. entah memberontak dari apa.

Sampai akhirnya, mungkin, saya sampai pada titik pengertian. Ya, titik pengertian -saya lebih memilih kata titik pengertian daripada titik kedewasaan- dan mungkin juga saya tiba di titik penerimaan. Menerima kondisi, menerima keadaan dan menerima kenyataan. Memotong rambut bukanlah jalan pemecahan masalah. Wanita memang kodratnya memiliki rambut dan rambutlah yang menjadi mahkota wanita. 🙂

Selamat datang November 🙂

Bulan ini adalah bulan yang menurut saya penuh berkat, karena bulan ini adalah bulan kelahiran dari seseorang yang telah banyak berjasa membimbing saya dan mengajari banyak hal tentang dharma. Selamat Ulang Tahun Sad Guru, my dear Bhagawan. Thank you for guiding me and be with me always. 🙂

Advertisements

8 thoughts on “Welcome.. Blessed November :)

        1. saya belum tahu nih Mbak haha.. Yah, yang pasti di Bali Mbak.. Hm Hm.. Sip sip semoga lancar Mbak siapa tahu nanti dapat oleh-oleh dari mbak (hoho juari banget).. oleh-oleh foto maksudnya 😀 terus berkarya ya Mbak 😀

          1. 😀 Terimakasih yaaa..Bali juga asik looh..sebenarnya ingin banget ke Bali juga, cuman harga tiketnya muahal banget kalu tahun baruan..murahan ke Filipina dari sini..nanti dipajang foto-fotonya 😉

            1. Oh.. dari Belanda toh.. ya ya ya..:) Duh, iri sama Mbak hehe..semoga suatu nanti bisa jalan-jalan keliling dunia kaya Mbak 😀

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s