On the Move

Anda mungkin pernah mengalami situasi seperti lagu di atas, “ingin hilang ingatan”. Terutama, ketika kita berjumpa lagi dengan seseorang di masa lalu yang pernah membawa keceriaan, tetapi karena sesuatu dan lain hal orang tersebut pergi meninggalkan kita. Atau mungkin karena keadaan yang “tak memungkinkan” anda dan orang tersebut akhirnya memilih untuk berjalan sendiri-sendiri. Apapun latar belakang perpisahan itu, kita akan sampai di suatu titik dimana kitabertekad untuk “move on”

Sayangnya, untuk benar-benar move on memang ngga semudah yang dibayangin. Putus sih, tapi pas ketemu lagi sama orangnya, pas denger radio tiba-tiba keputer lagu yang dulu sering anda dengerin bersama atau pas lewat tempat-tempat tertentu dimana dulu dinner bareng, gandengan tangan bareng.. dan segala hal lainnya yang pernah kita lakukan bersamanya, kita kembali teringat lalu galau, lalu nyesek.

Sudahlah, sudahi semua itu. Kita tidak mungkin menghapus diri sendiri seolah kita hidup di dunia kapur dan berteman dengan Rudi Tabuti. Kita juga tidak mungkin melumpuhkan ingatan lalu seketika mengalami amnesia retrogade atau demensia di usia muda. Bayangkan kalau kita benar-benar terhapus dari dunia, kasihan kan orang tua yang udah capek-capek besarin dan biayain hidup kita. Mereka mungkin akan panik, lapor polisi dan bersedih. Bayangin juga kalau kita tiba-tiba hilang ingatan, parah banget kalau kemudian kita jadi seperti Patrick Star di SpongeBob SquarePants.

So, what should I do?

Secara fisiologis, memori otak kita akan teraktivasi begitu ada rangsangan atau sesuatu yang berkaitan dengan memori yang tersimpan. Hal inilah yang sering membantu kita saat ujian, mengenang masa kecil atau bahkan saat kita main tebak-tebakan. Sebuah memori akan semakin kuat tersimpan ketika ada emosi atau perasaan yang terlibat di dalamnya. Baik itu memori yang membawa pada emosi yang bahagia atau sedih. So, the first, please do not blame yourself when you suddenly remember someone or something in the past. Because, it is normal, it’s physiology of your brain.

Menyadari bahwa “pengulangan memori” yang terjadi adalah hal yang normal, accept it. Konon katanya, saat kita melawan arus, justru arus itu akan terasa semakin kuat. Saat anda teringat yang lalu, kemudian dalam hati berteriak, “Lupakan! Lupakan!”, hal itu akan semakin membuat anda ingat. (sayangnya, ini jarang banget berlaku saat ngafalin pelajaran). Jadi, instead of said “forget it!” say “it’s okay. it’s okay my dear heart, it was my past..”. Biarkan masa lalu berlalu bukan berarti anda harus lupa sama sekali, tetapi ikhlas. ikhlas menerima bahwa itu hanyalah masa lalu.

Change them

Meskipun otak mampu menyimpan memori-memori yang tidak kita sukai, tetapi memori yang menyenangkan selalu bertahan lebih lama. Inilah yang sering dipergunakan kayu-kayu untuk membuat jembatan keledai. Coba deh ada materi 5 halaman yang mesti dihapalkan, buat jembatan keledainya atau singkatan-singkatan yang sarat humor, pasti lebih ingat.

Jika anda benar-benar merasa tersiksa saat anda mendengar lagu yang dulu pernah dengarkan bersama, cobalah dengarkan lagi. Tetapi kali ini, ubahlah situasinya. Misalnya, dengerin bareng temen terus dibuat lucu-lucuan. Anda mungkin bisa pergi kembali ke tempat-tempat yang dulu pernah menjadi tempat kenangan. Tetapi, saat anda kesana lagi, pastikan tidak sendirian, pastikan punya rencana yang jelas dan lebih menarik dari apa yang dulu pernah dilakukan bareng. Saya sudah pernah mencoba ini, well, ampuh. Jadi ketika saya pergi kesana lagi untuk hal yang lain, saya bisa memilih memori mana yang sebaiknya saya ingat.

Be Busy for Doing Good Thing

Sering kali ingatan tentang masa lalu itu hadir ketika kita sedang sendirian dan tanpa aktivitas. So, plan for do anything or go anywhere. Ketika kita sibuk melakukan hal-hal yang baik, kita mendapat banyak keuntungan. Selain bisa berguna bagi nusa dan bangsa, kita juga bisa mengalihkan pikiran dan terlupa akan Si -tak perlu sebut nama- 🙂

Baca juga Be Happy and Strong, Single!

Let it Go

Ini yang paling sering diucapkan, let it go. Ada banyak alasan mengapa kita harus ikhlas untuk melepaskan. Beberapa mungkin kita miliki sendiri dan kita tahu sendiri mengapa.

“Jika seseorang memang menginginkanmu, ia pasti akan memperjuangkanmu” -Mario Teguh.

Jika ia tidak memperjuangkanmu atau menyakitimu, why should you hold on? Let it go.

Start Your New Day

Hari-hari kita terlalu indah jika dilalui dengan bersedih atas masa lalu. Mulailah hari yang baru. Mulai semangat baru. when you are brave to say goodbye, the world will reward you with a new hello. Terlalu lama terpuruk dengan masa lalu hanya akan menutup pintumu untuk seseorang yang lebih baik yang mungkin sedang menunggu di depan pintu. Let it Go, start your new day and move on 🙂 You Can Do it!

Advertisements

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s