KPK 2009

Jika saat menemukan tulisan ini anda sedang mencari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) anda telah salah jalur. KPK ini bukan KPK itu, bukan juga KPK (Kelipatan Persekutuan terKecil) dan KPK-KPK lainnya. KPK saya kali ini adalah Kuliah Perdana Kedokteran, semacam ospek atau orientasi mahasiswa baru. Tahun 2009 namanya bukan KPK lagi, tetapi PKKMB & SD (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru dan Student Day). Berhubung ejaannya panjang dan dibatasi oleh waktu dan tenaga, saya akan mengetiknya KPK.

Pertama kali saya menjadi seorang mahasiswi baru S1 (Maba) adalah tahun 2009. Saya mendaftar di jurusan Pendidikan Dokter FK Udayana. Berkat rahmat Tuhan dan doa serta dukungan semua pihak, saya diterima menjadi salah satu dari sekitar 138 maba  FK. Saat itu, jujur saya merasa bahagia dan berterima kasih atas kesempatan dari Tuhan (dan masih sampai sekarang). Begitu tahu diterima, saya mulai mengurus segala sesuatunya sebagai maba terutama segala hal yang berkaitan dengan ospek yang akan saya jalani dalam waktu dekat.

PKKMB SD ini harus saya tempuh sebanyak 2 kali, yang pertama tingkat universitas bersama semua maba dari berbagai fakultas dan yang kedua di tingkat fakultas bersama maba FK. PKKMB SD di universitas dapat dikatakan berjalan lancar dan tidak terlalu melelahkan. Usai PKKMB SD universitas, esok harinya saya mulai mengikuti PKKMB SD Fakultas.

Jauh sebelum hari pertama KPK, saya dan teman-teman satu angkatan telah datang untuk technical meeting (TM) yang diadakan panitia. Melalui TM tersebutlah, kami para maba diberi penjelasan seputar perlengkapan dan tugas-tugas yang harus kami selesaikan untuk menjalani KPK. Jujur, waktu mengikuti TM saja saya sudah stress (hahaha). Mulai dari perkenalan senior yang harus dihafal semua namanya, penjelasan peraturan yang semuanya selalu berakhiran ‘sesuai panitia’, pembacaan atribut oleh senior dengan sistem baca cepat dan dengan anatomi bahasa latin serta pembagian nama ilmiah. Jika diingat-ingat, ada lucunya tetapi saat menjalaninya memang cukup untuk menurunkan kadar serotonin.

Nama ilmiah saya waktu itu, Babynsky (bukan bayi langit) kelompok Neurology System. Babinski merupakan salah satu refleks pada plantar yang umum dijumpai pada bayi berupa dorsofleksi ibu jari kaki diikuti pemekaran keempat jari lainnya. Hal ini dikarenakan jalur ekstrapiramidal pada bayi belum berkembang secara sempurna. Apabila refleks ini ditemukan pada orang dewasa, kemungkinan terdapat lesi pada upper motor neuron.

Pada KPK 2009, angkatan kami dipimpin oleh seorang korti yang diberi nama “Parang” yang berarti Pimpinan Armada Angkatan. Setiap kelompok memiliki 2 ketua yaitu BULU (Bu Lurah, pemimpin maba wanita) dan PALU (Pak Lurah, pemimpin maba pria). Kami juga memiliki senam angkatan, ada 2 senam, senam luar dan senam dalam. Ada juga salam minta tanda tangan, salam ijin ke toilet. (kreatif sekali ya? hahaha). Kelompok kami didampingi oleh Dampok (pendamping kelompok) yang menurut saya waktu itu adalah senior paling baik diantara senior-senior lainnya. Waktu itu dampok saya Kak Moo dan Kak Duhita (yang sekarang keduanya telah menjadi dr. Adi dan dr. Duhita). Merekalah yang membuat saya juga bercita-cita menjadi dampok bila kelak menjadi senior. (hahha)

Tugas-tugas. Bisa dibilang banyak tetapi sesungguhnya bisa diselesaikan tepat waktu bila memiliki manajemen waktu yang baik. Tugasnya mulai dari mencari jurnal ilmiah, membuat artikel ilmiah, membuat rancangan penelitian. Tugas tersebut sudah dijelaskan saat TM dan ternyata saat KPK ada tugas harian yang juga mesti dikumpul keesokan harinya. Alhasil, mengerjakan tugas, latihan senam dan latihan yel serta tugas kelompok lainnya membuat saya benar-benar menghemat waktu tidur. Pernah saya tidur hanya sejam dan esoknya ketangkep senior karena mengantuk. Jelas tertangkap karena saya duduk di barisan depan.  Kegiatan yang paling menegangkan bagi saya adalah saat sidak. Kegiatan lainnya yang tak terduga adalah kesempatan bertemu dengan guru besar. Kegiatan yang paling menyenangkan adalah kemah dan baksos.

Banyak keluhan? Pasti. tetapi, ayah dan ibu mengingatkan bahwa itu halaman pertama dari sebuah pendidikan yang telah saya pilih untuk saya jalani. Yah. Jalani. Jalani dan Semangat. Akhirnya, hari-hari yang serasa satu dekade itu pun terlewati.

Sampai saat ini saya masih menyimpan nametag super ruwet nan serba salah hanya untuk mengenang bahwa saya pernah menjalani ospek yang benar-benar orientasi. Setelah kini menjalani lebih dari separuh masa koas, apa yang saya jalani selama ospek memang tak jauh beda dengan dunia perkoasan. Malah, ospek KPK rasanya lebih ringan.. (not seriously, hahaha)

KPK.. just another memories that i’ve gained here as a medical student. 🙂 Thanks for all senior-seniorita, my comrades Neurology System and the best supporter: my parents, the best helper: God.

 

Advertisements

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s