Tuhan tahu yang Terbaik

Terkadang, dalam hidup ada hal-hal yang terjadi di luar harapan kita. Dan kejadian itu membuat kita berteman dengan kata ‘andai’, ‘seharusnya’, ‘jika saja’, dan kata-kata lainnya yang mengisyaratkan penolakan kita akan kenyataan yang ada.

Ketika datang musibah atau masalah atau apapun yang tidak sesuai dengan keinginan kita, hati dengan mudahnya bersedih. Bahkan terkadang menjadikan sekitar sebagai pelaku atas kesalahan dan menjadikan diri sebagai korban. Segala pikiran baik seakan lenyap, seolah berada dalam kegelapan dan kehilangan harapan. terkadang tak luput perasaan terbeban yang disertai tangisan
Mungkin, kadang Tuhan pun menjadi sasaran kambing hitam. Alih-alih menyalahkan yang lain dan menyalahkan diri sendiri. Terlalu jahat untuk menyalahkan yang lain, terlalu menyakitkan diri sendiri.

Namun, karena ini adalah sebuah perjalanan hidup. Terkadang kau lihat hari begitu cerah dan terkadang kau temui hari yang penuh hujan. Dan serupa tanaman yang sedang bertumbuh, baik cahaya matahari maupun hujan, hanyalah bentuk kasih Tuhan untuk pertumbuhan.

Ada yang mengatakan, Tuhan tak akan memberi sesuatu masalah di luar kekuatan ciptaannya. Jadi, bila kini sedang ‘tertimpa’ masalah, pastilah itu masih dalam batas kemampuan untuk dihadapi.

Ada kalanya tangis, kecewa, dan amarah yang pertama menyapa setiap masalah. Tetapi, jiwa-jiwa yang mengerti bahwa masalah adalah sebuah media yang membantu untuk tumbuh, tak akan larut, justru ia akan tetap mengapung dan mengikuti arus sampai akhirnya sampai di pulau yang dituju.

Dan pada akhirnya, kita akan berterima kasih atas apa yang orang katakan sebagai ‘suka’ maupun ‘duka’ yang oleh jiwa-jiwa yang bijaksana adalah dua bentuk cinta sang Kuasa pada ciptaannya.

-adapted from “Setenang pepohonan, selembut rerumputan” a simple book full of wisdom written by Gde Prama.

Awalnya, lidah ini mengecap manis
Dan bibir tersenyum atas itu
Kemudian ia mencecap pahit
Hingga terpejam dan hendak memuntahkan..
Lama-lama yang pahit itu mulai tak terasa apa-apa
Bahkan mulai terasa manis hingga tak ada beda pahit dan manis
Dan baru kusadari, tak pernah ada pahit maupun manis
Bahkan lidah ini pun sesungguhnya tidak ada..

Advertisements

2 thoughts on “Tuhan tahu yang Terbaik

  1. Ada yang mengatakan, Tuhan tak akan memberi sesuatu masalah di luar kekuatan ciptaannya. Jadi, bila kini sedang ‘tertimpa’ masalah, pastilah itu masih dalam batas kemampuan untuk dihadapi — agree with every word on this !! 🙂

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s