sebuah perjalanan

Wednesday, 31 March, 2010

Sebuah Perjalanan

Teruntuk, sahabat-sahabat saya, dimana pun saat ini kalian berada…

Yang mungkin jauh dari rumah, jauh dari mereka yang dekat di hati kita…

Dengan segala kerendahan hati,

Ketika mata hati tiba-tiba rindu rumah… mata menjawabnya dengan air yang menetes. Adalah jiwa yang rindu rumah.. merindukan keluarganya. Mengapa ini terjadi lagi? Di tengah sang diri yang seharusnya bisa berkata, “bukankah ini sudah biasa?”

Keadaan seperti ini, suasana seperti ini, adalah sesuatu yang harus dijalani. Ketika kita merasa bahwa kita sedang mengungsi, kesedihan, kerinduan serta merta menderu dan menyergap. Adalah tidak salah bila rindu kampung halaman. Adalah bukan dosa merindukan ayah ibu, kerabat dan taulan. Karena hak dasar dan begitu manusiawinya manusia yang memang mengalami kerinduan.. bukan hanya karena rindu kadang hidup terasa indah, tetapi juga rindu sebagai tanda adanya cinta…

Mungkin, pengungsian itu terasa sungguh lama ketika kita menghitung waktu sampai kembali ke yang kita anggap “biasa”. Dan sama halnya sebuah perjalanan. Perjalanan terasa lama bila pandangan hanya terus diarahkan sampai segera di tempat tujuan. Andai kata, bukan tempat tujuan itu yang “dijadikan beban”, andai kata kita bisa menerima, walaupun kita tidak di tempat dimana kita “terbiasa”, andai kata kita mampu menikmati setiap detik yang berlalu tanpa mengkhawatirkan yang di depan, sungguh… perjalanan ini akan begitu menyenangkan dan pasti kelak sampai. Entah kapan, berjalan dan hanya berjalan…

Bukan bermaksud mengabaikan tujuan ataupun mengingkari teori kesuksesan berasaskan tujuan. Benar, tujuan memang memacu untuk bekerja lebih giat, penuh semangat. Namun, ada kalanya, perjalanan itulah merupakan tujuan… dalam perjalanan akan kau temukan apa yang kau tuju.

Berjalanlah.. saat ini kita sedang merajut sebuah syal yang begitu indah. Mungkin, hati bertanya, “kapan selesainya?” lakukan saja, lakukan yang terbaik… kelak pasti sampai. Setiap detik adalah waktu untuk belajar. Bersungguh-sungguhlah, kuatkan dengan doa…

Pasti sampai… pasti sampai…

Sebuah pepatah lama yang begitu mudah dinyanyikan

berakit-rakit kita kehulu… berenang-renang ke tepian..

Bersakit dahulu, bersenang kemudian…”

God bless us always, dears… will never let us alone

God love u and be with U, always…

Advertisements

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s