PENTINGNYA EVIDENCE BASED MEDICINE PRACTICE

Akhirnya, blok ke 3 di semester 2 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sudah saya lewati. Tinggal menunggu hasil ujiannya, semoga bisa lulus… Astungkara..

Sebagai bentuk telah menjalani blok ini, saya akan membagi sedikit ilmu yang saya dapatkan dalam bentuk “simple summary”. Pada blok-blok yang sebelumnya, saya tidak membuat (hehe… alasan teknis, baru punya modem, akses internet bagus, jadi pingin nulis deh..)

Untuk litte summary ini, saya akan pakai bahasa yang simple-simpel saja. Tujuan utama penulisan ini biar yang baca lebih enak bacanya dan mudah dimengerti (semoga bisa dimengerti….)

Haha… please enjoy reading it, bukan novel sih, tapi pasti menarik. Kadar ilmiah dan bakunya mungkin terasa berkurang, tapi tidak keluar dari esensi pembelajaran blok ini. So, let’s enjoy….

Oiya, bila ada koreksi akan sangat saya hargai… demi berkembangnya ilmu-ilmu kita. “When learning can be fun, i want, i will and i do the lifelong learning..” (atau long life leraning? Ah ya sudahlah…boleh dikoreksi J

EVIDENCE BASED MEDICINE PRACTICE

Evidence based medicine practice (EBMP) merupakan sebuah konsep dimana praktek kedokteran dilaksanakan berdasarkan adanya evidence. Seperti yang kita ketahui, bila nanti kita lulus dari kedokteran dan menjadi seorang dokter, kita akan selalu dihadapkan pada berbagai masalah pasien. Seiring berjalannya waktu, seiring zaman yang maju, mudahnya akses internet dan beragamnya penelitian yang dilakukan akan membuat pasien-pasien akan semakin kritis pemikirannya tentang terapi atau pengobatan yang kita berikan. Pasien mungkin saja akan mengakses internet dan menemukan fakta lain dari sebuah terapi lalu menyakannya pada kita. Sudah tentu, sebagai dokter yang professional kita harus bisa memberi penjelasan yang benar sesuai apa yang ditanyakan pasien.

Lalu, bagaimana kita akan menjawabnya?

Kita sadari, semakin lama pengetahuan klinis kita akan semakin menurun seperti ‘slipery slope’. Tidak semua ilmu yang dulu pernah didapat di bangku kuliah akan masih melekat. (*Manusia biasa..pasti ada lupanya). Ketika kita tidak tahu jawaban pasien, kita akan berusaha mencari jawabannya.

Hm… coba kita cari di text book atau reference yang dulu difotocopy rame-rame. Eit, tahun berapa itu ya? Jangan-jangan kadaluwarsa.. ilmu medis kan selalu berkembang dan berubah..

Aha! tanya Prof. X. Beliau spesialis konsultan dengan title yang panjang di depan dan dibelakang nama beliau… tapi, bisa dihubungi? Kapan ? dimana?

Tanya teman sejawat… (*tiap hari nanya, malu… udah lulus belum sih?)

Ikut seminar! Hm… pertimbangkan lagi, kapan? Biaya?

Sepertinya jalan buntu.. eit! Tidak! Ada gerbang terbuka kok. Lebar (banget) yaitu EBMP. Evidence Based Medicine Practice. Seperti pemaparan sebelumnya, kini para peneliti sedang beramai-ramai (*bukan main sepak bola) melakukan penelitian, apalagi yang sifatnya ‘for better human life’. Begitu banyak jurnal-jurnal ilmiah berhamburan (*alay) di internet. Diantara sekian banyak jurnal penelitian tersebut, tentu tidak semuanya memiliki hasil yang nantinya bisa kita terapkan ke pasien. Ada yang bagus dan baik ada juga yang mungkin belum baik atau kurang baik. Disinilah, kita perlu punya kemampuan untuk bisa menyaring dan menapis jurnal penelitian mana yang terbaik yang nantinya bisa kita terapkan. Ilmu penyaringan itulah yang kita dapatkan di blok EBMP, dimana ilmu penyaringan jurnal itu lebih kerennya disebut ‘critical appraisal’.

So What is Critical Appraisal?

Menurut Alison Hill, “critical appraisal is the process of systematically examining research evidence to assess its validity, results and relevance before using it to inform a decision. Critical appraisal is an essential part of evidence-based clinical practice that includes the process of systematically finding, appraising, and acting on evidence of effectiveness”

Maknanya kurang lebih begini, telaah kritis merupakan sebuah proses yang secara sistematis memeriksa atau menelaah bukti atau fakta penelitian untuk menilai validitas, hasil, dan relevansinya sebelum menggunakannya dalam mengambil keputusan. Telaah kritis ini merupakan bagian yang penting dari EBMP dimana termasuk pula didalamnya adalah proses yang secara sistematis menemukan, menelaah dan melakukan tindakan atas keefektifan bukti tersebut.

Dari definisi tersebut, dapat kita temukan beberapa unsure dari telaah kritis yaiu penilaian terhadap validitas, hasil serta relevansinya. Dalam pembelajaran, komponen tersebut lebih umum dikenal sebagai validity, importance, applicability dan agar lebih mudah diingat disingkat dengan VIA.

a)    validity, merupakan telaah terhadap validitas suatu penelitian. Dimana dilihat validitas interna, hubungan sebab akibat dan validitas eksterna.

  • Validitas interna menilai apakah penelitian tersebut dipengaruhi oleh adanya bias, peluang dan perancu?
  • Hubungan sebab akibat menilai apakah ada hubungan waktu yang benar, apakah ada aosiasi yang kuat, apakah hasil penelitian konsisten, adakah koherensi hasil di masyarakat, apakah masuk akal secara biologic plausibility dan apakah ada kesamaan dengan hasi penelitian lain?
  • Validtas eksterna menilai apakah hasil dapat diterapkan pada sampel yang terpilih, apakah dapat diterapkan pada populasi, baik itu populasi terjangkau dan populasi target?

Suatu penelitian dapat disebut valid apabila tidak ada bias dalam penelitian tersebut. Baik itu ­selection bias, expectation bias, work up bias, performance bias, dan transfer bias. Untuk selection bias (kesalaan pemilihan sampel, baik karakteristik sampel yang berbeda-beda), dapat dihindari dengan teknik randomisasi pada pemilihan sampelnya sehingga semua partisipan sehingga semua  mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi sampel. Selain itu definisi operasional variable harus diperhatikan, serta criteria inklusi maupun eksklusi dari penelitian tersebut. Untuk expectation bias, dapat dihindari dengan teknik blind dimana dilakukan pembutaan (disembunyikan) pada sampel, peneliti ataupun klinisi yang melakukan intervensi sehingga intervensinya tidak dipengaruhi oleh ekspektasi arena mengetahui hasil intervensi sebelumnya.  

b)    Importance, menilai penting tidaknya suatu penelitian. Hanya apabila penelitian itu valid, barulah dapat dilanjutkan ke penilaian ini. (*Jika tidak valid ya tidak penting kan?)

c)    Applicability, menilai apakah penelitian tersebut dapat diterapkan dalam praktek kita. Dilihat dari karakteristik dasar sampel, apakah sama atau jauh berbeda dengan pasien kita? Apakah terapi dalam penelitian tersebut tersedia di temapt kita? Apakah terjangkau?

Untuk dapat melakukan penilaian VIA secara baik, kita harus tahu jenis studi apa yang ingin kita telaah, beberapa diantaranya adalah studi tentang prognosis, diagnosis, dan uji klinis atau randomized clinical trial. VIA untuk tiap-tiap studi tidak jauh berbeda. Biasanya, untuk melakukan telaah VIA tersebut ada lembar kerja (worksheet) yang bisa menjadi pedoman dalam melakukan telaah kritis.

Advertisements

7 thoughts on “PENTINGNYA EVIDENCE BASED MEDICINE PRACTICE

  1. maf sya mau tnya, referensi anda tntang critical sppraisal dri mna ya???? soaly sya btuh bgt data tntang critical appraisal,…..bleh mnta datay g???? mksh,……

    1. wah.. maaf mbak siska, baru sy lihat ada comment.. 🙂 tulisan saya itu merupakan rangkuman kuliah2 yg saya dpatkan di kampus.. mm, masih perlu mbk referensinya? cb sy bongkar2 file2 sy yg dlu.. sebelumnya, terima kasih tlh mmbaca tulisan saya 🙂

    2. slm kenal mbak siska, sebelumnya terima kasih telah mampir di blog saya:) waduh, sudah lama tidak buka blog, bru saya lihat ada comment ternyata:)
      mbak Siska, referensi saya ttg critical appraisal itu dari kuliah2 yg saya dapat di kampus… kira@ masih perlu mbak? klau masih, nanti coba sy bongkar2 file2 kuliah saya yg dlu… terima kasih tlh berkunjung di blog sy ^^

  2. saya punya anak rohani dan juga mahasiswa kedokteran di UKI Jakarta. beruntung banget mampir ke blog kamu, jd nambah2x pengetahuan ttg dunia kedokteran. paling tidak nanti saat dia sedang menjelaskan ttg dunia kedokteran, gak bego-bego amat nih aku. wkwkwkwk …

    1. Wah, saya juga beruntung bisa bertemu Mba Evy 🙂 Terima kasih sudah berkunjung ya Mbaa.. senang bisa membantu. Ahaha, nanti jelaskan balik dgn wejangan2 Mba 😀

      1. akan selalu berkunjung sepertinya ke blog kamu. selain tulisannya yg menyegarkan, ilmu kedokterannya jg sangat dibutuhkan. sering2x berbagi ya kepada kami yg awam ini 🙂

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s